Industri kendaraan otomatis atau Autonomous Vehicle (AV) telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu inovasi terbaru yang mulai ramai diadopsi di berbagai negara adalah taksi tanpa awak atau robotaxi. Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, Uni Emirat Arab, hingga Singapura—yang letaknya dekat dengan Indonesia—sudah mulai menguji dan mengimplementasikan teknologi ini.
Namun, kemajuan ini juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi para pengemudi yang khawatir kehilangan pekerjaan mereka. Dan kini, bukan hanya industri taksi yang mengalami transformasi, tetapi juga sektor transportasi logistik dengan kehadiran truk otomatis tanpa sopir.
Volvo dan Waabi: Kolaborasi untuk Masa Depan Truk Otonom
Salah satu perusahaan yang serius mengembangkan teknologi truk tanpa awak adalah Waabi, sebuah startup yang kini bermitra dengan Volvo Autonomous Solutions. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan dan menguji truk otonom yang nantinya siap digunakan dalam skala komersial.
Ini bukan kali pertama Volvo bekerja sama dengan startup dalam pengembangan kendaraan otonom. Sebelumnya, pada Mei 2024, Volvo menggandeng Aurora Innovation untuk mengembangkan truk otonom Volvo VNL Autonomous. Sekarang, truk Volvo yang sama akan digunakan oleh Waabi, tetapi dengan teknologi buatan Waabi sendiri, termasuk sensor canggih, sistem komputasi, dan perangkat lunak Waabi Driver.
Raquel Urtasun, CEO dan pendiri Waabi, mengungkapkan bahwa mereka kini memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk membawa teknologi ini ke skala industri yang lebih luas. Menurutnya, teknologi AV generasi terbaru yang dikembangkan oleh Waabi memungkinkan adopsi truk otomatis lebih cepat dan efisien di pasar.
Dalam beberapa bulan ke depan, Waabi berencana memulai uji coba komersial di Texas menggunakan truk buatan Volvo. Bahkan, pada akhir 2025, demonstrasi kendaraan tanpa pengemudi akan dilakukan di jalan umum sebagai bagian dari uji coba besar-besaran.