Kebutuhan akan tenaga ahli keamanan siber terus meningkat. Menurut laporan Cisco, sekitar 59% perusahaan di Asia Pasifik dan Greater China membutuhkan lebih dari 10 peran terkait keamanan siber. "Setiap organisasi memiliki lebih dari sepuluh posisi yang belum terisi untuk pakar siber," ungkap Dave West, President Cisco Asia Pasifik. Namun, kesiapan organisasi dalam menghadapi ancaman siber masih rendah—laporan Cisco menyebutkan hanya 12% perusahaan yang benar-benar siap.
Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, AI memainkan peran penting dalam membantu mengimbangi serangan siber. Menurut Dave, AI bukan solusi instan untuk semua permasalahan, tetapi dapat menjadi alat yang memberdayakan manusia dalam meningkatkan keamanan digital. Oleh karena itu, memastikan setiap individu dalam organisasi terlatih dalam pemanfaatan AI menjadi langkah strategis.