Pemerintahan Donald Trump kini berada dalam tekanan dari sejumlah produsen mobil terkemuka dan asosiasi teknologi untuk segera mempercepat pengaturan terkait kendaraan tanpa pengemudi atau yang lebih dikenal sebagai autonomous vehicle (AV). Dalam beberapa waktu terakhir, Aliansi Inovasi Otomotif Amerika Serikat mengirimkan surat resmi kepada Menteri Transportasi, Sean Duffy, untuk mendorong kebijakan yang mendukung adopsi dan pengembangan teknologi ini di Amerika Serikat.
Dalam surat yang ditujukan kepada Duffy, mereka mengajukan permohonan kepada pemerintah AS agar segera merumuskan dan menerapkan kerangka kerja nasional yang berbasis pada kinerja. Selain itu, mereka memberikan penekanan bahwa seluruh regulasi yang berkaitan dengan perangkat keras, perangkat lunak, serta operasi mobil otonom perlu diatur sepenuhnya oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Pendekatan ini diharapkan dapat menghilangkan ketidakpastian yang ada dan memberikan kepastian hukum bagi industri.
Selain Aliansi Inovasi Otomotif, asosiasi lainnya seperti Asosiasi Teknologi Konsumen dan Asosiasi Industri Kendaraan Otonom mitra-mitra lain, turut menandatangani surat yang sama. Mereka sangat menyadari bahwa jika pemerintah federal tidak cepat dalam mengadaptasi kebijakan yang mendukung perkembangan kendaraan otonom, hal tersebut berpotensi akan mengendalikan sektor industri yang sangat strategis ini kepada negara lain, khususnya China.
Dalam suratnya, mereka menyatakan dengan tegas, "Jika pemerintah federal gagal bertindak untuk memajukan kebijakan AV yang masuk akal, kita akan menyerahkan keunggulan di sektor yang sangat penting secara ekonomi ini kepada China." Pernyataan tersebut diambil dari laporan yang dipublikasikan oleh Reuters pada Rabu, 19 Maret 2025, menggambarkan kekhawatiran yang mendalam terhadap dominasi Tiongkok dalam teknologi kendaraan otonom.