Tampang.com | NASA baru-baru ini mengumumkan penemuan yang bisa mempercepat perjalanan menuju Mars dengan cara yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam kolaborasinya dengan General Atomics Electromagnetic Systems (GA-EMS), lembaga antariksa AS berhasil menguji bahan bakar baru untuk reaktor propulsi termal nuklir (NTP), yang diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan ke Mars hingga lebih dari setengahnya.
Sistem NTP yang dikembangkan ini bekerja dengan cara memompa propelan cair, yang kemungkinan besar berupa hidrogen, melalui inti reaktor. Di dalam inti tersebut, atom uranium akan terbelah dan menghasilkan panas melalui proses fisi.
Panas yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mengubah propelan menjadi gas yang diperluas melalui nosel, menghasilkan dorongan yang bisa memberikan daya dorong jauh lebih besar dan efisien dibandingkan dengan teknologi propulsi konvensional.
Proses Pengujian Bahan Bakar dalam Kondisi Ekstrem
NASA melakukan uji coba sistem propulsi ini di fasilitas Compact Fuel Element Environmental Test (CFEET), yang mensimulasikan kondisi ekstrem yang akan dihadapi sistem propulsi NTP di luar angkasa.
Dalam pengujian tersebut, bahan bakar diuji dalam siklus termal yang cepat, dengan suhu hidrogen mencapai lebih dari 2.727 derajat Celsius. Uji coba ini membuktikan bahwa sistem NTP mampu berfungsi dengan baik dalam kondisi yang sangat menantang, yang biasa ditemukan dalam perjalanan luar angkasa.
Sistem propulsi baru ini berpotensi untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk misi ke Mars. Sebelumnya, perjalanan ke Mars diperkirakan memakan waktu sekitar 6 bulan. Namun, dengan adanya teknologi baru ini, waktu perjalanan dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 45 hari.