Dalam pengujian SEC-bench Pro, Gemini 4 Carbon memperoleh skor 88,2 persen untuk kemampuan menemukan kerentanan keamanan.
Sementara itu, pada pengujian ExploitGym, model tersebut meraih skor 54,8 persen dalam mengidentifikasi dan memvalidasi potensi eksploitasi. Adapun pengujian CWE-bench menghasilkan skor 71 persen untuk kemampuan memperbaiki kelemahan perangkat lunak.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Google tidak hanya mengembangkan AI untuk kebutuhan produktivitas, tetapi juga untuk mendukung perlindungan sistem digital.
Kemampuan mendeteksi celah keamanan menjadi semakin penting karena ancaman serangan siber terus berkembang. Perusahaan membutuhkan teknologi yang mampu membantu mengidentifikasi risiko sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Meski demikian, hasil pengujian tersebut merupakan klaim berdasarkan evaluasi yang dipublikasikan Google dan tidak otomatis menggambarkan performa pada setiap lingkungan penggunaan.
Google Klaim Performa Coding Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat
Selain keamanan siber, peningkatan Gemini 4 Carbon juga terlihat dalam kemampuan menghasilkan kode yang lebih aman.
Google menyebut keberhasilan Carbon dalam menghasilkan secure code meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gemini 4 Argon berdasarkan pengujian internal perusahaan.
Tim Chrome Google bahkan melaporkan bahwa Carbon mampu menghasilkan patch berkualitas tinggi lebih dari 10 kali lebih baik dibandingkan model AI dari laboratorium lain dalam pengujian tertentu.
Patch merupakan pembaruan kode yang digunakan untuk memperbaiki kesalahan atau menutup celah keamanan pada perangkat lunak.
Kemampuan tersebut dapat membantu pengembang memperbaiki masalah teknis dengan lebih cepat. Namun, hasil perbaikan tetap perlu diperiksa dan diuji sebelum diterapkan pada sistem yang digunakan secara luas.
Mengapa Gemini 4 Carbon Belum Bisa Digunakan Publik?
Walaupun menawarkan berbagai kemampuan menarik, Google memilih membatasi akses Gemini 4 Carbon pada tahap awal peluncurannya.
Keputusan tersebut berkaitan dengan kemampuan keamanan siber yang dimiliki model ini. Teknologi yang mampu menemukan kerentanan dan menguji eksploitasi berpotensi disalahgunakan apabila jatuh ke tangan pihak yang memiliki tujuan berbahaya.
Karena itu, Google menerapkan peluncuran bertahap dengan memberikan akses awal kepada sejumlah tim pertahanan keamanan siber.