Namanya mungkin belum seakrab pesohor media sosial. Tapi di kalangan pemasar digital, Tessar Napitupulu dikenal sebagai salah satu pakar SEO yang paling awal bicara soal jawaban AI.
Ia adalah Founder dan CEO Arfadia, agensi digital marketing yang beroperasi sejak 2008 dan berbadan hukum sebagai PT Arfadia Digital Indonesia sejak 2013. Kini perusahaannya punya 120+ profesional di Jakarta, Bandung, dan Bali, dengan 625+ klien di 50+ negara.
Berangkat dari SEO
Jauh sebelum istilah GEO populer, Tessar lebih dulu dikenal lewat pekerjaan SEO. Salah satu yang paling sering dirujuk adalah Allianz Indonesia. Menurut studi kasus yang dilaporkan Arfadia, trafik organik situsnya naik dari sekitar 60.000 menjadi lebih dari 380.000 pengunjung per bulan.
Pada 2023, ia memperkenalkan Generative Engine Optimization sebagai layanan di Indonesia. Sejak itu ia kerap disebut sebagai pelopor GEO di tanah air.
"Yang berubah bukan cuma alatnya, tapi cara orang bertanya. Dulu mengetik dua kata, sekarang satu kalimat penuh berisi kebutuhan, lokasi, dan syaratnya," kata Tessar.
Bukan Sekadar Istilah Baru
GEO, AEO, atau LLMO pada dasarnya membahas hal yang sama, yaitu visibilitas di AI. Targetnya, merek disebut dan dijelaskan dengan benar oleh ChatGPT, Gemini, Google AI Overviews, Google AI Mode, Perplexity, Copilot, Claude, dan Grok.