Menariknya, pada Januari 2023, perusahaan TikTok yang merupakan anak perusahaan dari ByteDance juga mengumumkan rencana investasi di Thailand, yang saat ini merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara. Investasi tersebut diperkirakan mencapai angka yang fantastis, yakni 126,8 miliar baht (Rp61,8 triliun) yang ditujukan untuk layanan hosting data.
Tren investasi tidak hanya berhenti di situ. Tahun lalu, Google, anak perusahaan dari Alphabet, juga mengumumkan investasi besar-besaran senilai USD 1 miliar di Thailand. Hal ini diikuti oleh Amazon Web Services yang mengumumkan investasi senilai USD 5 miliar untuk periode 15 tahun ke depan. Selain itu, Microsoft juga berencana untuk membuka data center regional pertama di Thailand, menunjukkan bahwa investasi asing dalam sektor teknologi ini terus meningkat.
Pemerintah Thailand berusaha menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan kompetitif melalui berbagai kebijakan dan insentif. Kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi membuat Thailand semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri yang ingin berinvestasi dalam proyek-proyek data center.
Dalam konteks regional, Asia Tenggara memang menjadi perhatian banyak investor global, khususnya dalam sektor teknologi. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang relatif cepat, populasi muda yang terus berkembang, serta peningkatan digitalisasi di berbagai sektor industri. Negara-negara di kawasan ini berlomba-lomba untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur teknologinya agar dapat bersaing dengan negara-negara lain di seluruh dunia.
Menarik untuk dicatat bahwa pertumbuhan ini tidak hanya diukur dari jumlah investasi yang diterima, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pembangunan data center dan infrastruktur teknologi lainnya diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru, mendorong inovasi lokal, serta memperkuat ekosistem teknologi yang lebih besar. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan semangat kolaborasi antara sektor publik dan swasta, prospek pertumbuhan untuk sektor teknologi di Asia Tenggara sangatlah cerah.