Tampang

Deddy Mizwar Sudah 20 Tahun “Mencuci Otak” Pemirsa Setiap Ramadan, Ini Rahasia di Balik Dominasi Karyanya!

13 Jan 2026 12:50 wib. 36
0 0
Deddy Mizwar
Sumber foto: Google

Para Pencari Tuhan sebuah serial yang sudah menjadi legenda tayangan Ramadan di Indonesia kembali hadir dengan cerita yang menyoroti isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dalam versi jilid 19 ini, serial tersebut mengangkat tema tentang anak jalanan dan eksploitasi yang mereka alami, menghadirkan drama yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentil realitas yang sering kali diabaikan.

Sementara itu, Lorong Waktu Jilid 2 memberikan pilihan tontonan yang lebih ringan namun tetap sarat pesan. Serial ini membawa nuansa berbeda dengan kisah yang penuh petualangan dan humor, yang tetap mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan.

Strategi Konten yang “Mengikat” Pemirsa Setia

Salah satu faktor utama kesuksesan Deddy Mizwar adalah kemampuan menghadirkan konten yang relevan secara sosial dan emosional. Alih-alih hanya menawarkan hiburan dangkal, tayangannya selalu menempel pada isu nyata yang mengundang empati dan refleksi. Hal ini membuat pemirsa merasa bukan sekadar sedang menonton tetapi diajak untuk berpikir, merasakan, dan bahkan berubah.

Misalnya dalam cerita PPT Jilid 19, yang mengangkat persoalan kehidupan jalanan serta fenomena organisasi masyarakat (ormas) dengan pesan bahwa kebebasan berserikat harus diimbangi dengan tanggung jawab sosial. Tema semacam ini bukan hal yang biasa dijadikan bahan utama tontonan Ramadan, tetapi justru itulah yang membuatnya “menyentuh hati” pemirsa.

Respon Pemirsa: Lebih dari Sekadar Hiburan Ramadan

Tayangan-tayangan Mizwar ini ternyata tidak hanya dinikmati oleh pemirsa setia SCTV, tetapi juga menjadi topik diskusi luas di masyarakat. Banyak yang merasa bahwa program tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadan mereka, bahkan menjadi bahan perbincangan keluarga saat sahur atau buka puasa bersama.

Bukan hanya itu, Deddy Mizwar menyatakan bahwa harapannya adalah agar karya-karyanya tidak sekadar menghibur, tetapi juga menginspirasi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih bermakna penuh refleksi dan kegembiraan batin, bukan sekadar ritual.

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?