Tampang

Film ‘Tarung Sarung’ Viral di Vidio: Aksi Bela Diri Unik + Romansa Cinta yang Bikin Penonton Terpukau!

10 Jan 2026 15:55 wib. 39
0 0
Film Tarung Sarung
Sumber foto: Google

Aksi Bela Diri yang Tak Biasa

Salah satu daya tarik utama Tarung Sarung adalah perkenalan penonton pada Sigajang Laleng Lipu, sebuah tradisi bela diri khas Bugis-Makassar. Metode bertarung ini menempatkan dua orang di dalam satu sarung, sehingga ruang geraknya sangat terbatas. Tantangan tersebut menghadirkan dinamika aksi yang berbeda dari seni bela diri konvensional setiap gerakan menjadi penuh risiko dan strategi.

Dalam film, Deni harus belajar teknik tarung yang unik ini dari Pak Khalid (Yayan Ruhian), seorang tokoh bijak yang sekaligus bermartabat tinggi dalam bela diri. Proses pembelajaran ini bukan hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang mengajarkan Deni tentang disiplin, tanggung jawab, serta pemaknaan lebih dalam soal kekuatan sejati.

Mengangkat Budaya Lokal dan Keindahan Sulawesi Selatan

Lebih dari sekadar film laga, Tarung Sarung juga memosisikan dirinya sebagai karya sinematik yang menonjolkan keindahan Sulawesi Selatan melalui beragam adegan lanskap mulai dari pantai hingga perbukitan yang eksotis. Selain itu, penggunaan dialek lokal serta berbagai adat istiadat Bugis-Makassar turut memperkaya pengalaman menonton dan memberikan nuansa autentik yang jarang ditemukan di film Indonesia lainnya.

Pendekatan ini membuat Tarung Sarung tak hanya menjadi tontonan aksi semata, tetapi juga menjadi jendela mengenai nilai budaya daerah yang semakin penting di era globalisasi. Penonton diajak menyelami cara hidup, tradisi, serta cara berpikir masyarakat setempat sebuah kombinasi estetika dan edukasi budaya yang kuat.

Tema yang Lebih Dalam: Cinta, Harga Diri, dan Transformasi Diri

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Tips agar Cepat Hamil
0 Suka, 0 Komentar, 15 Jul 2024

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?