Kontroversi ini segera menarik perhatian publik, karena film "Vina: Sebelum 7 Hari" sebelumnya telah menuai berbagai reaksi dari penonton maupun kritikus film. Dengan tema horor yang diangkat, film ini telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Dampak dari viralitas film ini pun turut menjadi sorotan ketat dari berbagai pihak, terutama setelah adanya pengaduan resmi ke Bareskrim Polri.
Namun demikian, pandangan yang berbeda juga muncul di tengah-tengah polemik ini. Para penggemar film dan sejumlah kalangan masyarakat yang mendukung karya seni dalam bentuk film menilai bahwa pengaduan terhadap "Vina: Sebelum 7 Hari" seharusnya tidak dijadikan masalah berat. Mereka berargumen bahwa setiap karya seni memiliki hak untuk diekspresikan tanpa harus mendapat hambatan yang berlebihan.
Selain itu, para pengamat film juga memberikan pandangan bahwa karya seni, termasuk film, seharusnya dapat diapresiasi atas keunikan dan imajinatifnya. Dalam konteks film "Vina: Sebelum 7 Hari", mereka berpendapat bahwa film ini merupakan bagian dari industri kreatif yang sepatutnya dihargai. Tidak hanya itu, potensi film untuk menjadi sarana hiburan dan ekspresi seni juga perlu diperhatikan lebih mendalam.