Lumpur dan Pasir
Lumpur dan pasir yang terbawa ke laut atau terangkat oleh ombak dari dasar laut juga berpengaruh terhadap warna air. Sedimen yang ada di laut ini memantulkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang, yang cenderung membuat air terlihat lebih cokelat.
Misalnya, daerah pesisir yang dipengaruhi oleh sedimentasi dari sungai atau ombak yang menggulung pasir dapat mengubah warna air menjadi lebih keruh atau cokelat, terutama di perairan yang dangkal.
Proses ini terjadi karena sedimen-sedimen tersebut mempengaruhi cahaya yang masuk ke dalam air, mengubah spektrum warna yang dapat dipantulkan. Semakin banyak sedimen yang ada di dalam air, semakin tinggi kemungkinan air tersebut akan terlihat berwarna cokelat atau kehijauan, tergantung pada jenis partikel yang ada.
Penyebab Perubahan Warna Laut yang Terkait dengan Lingkungan
Selain faktor-faktor di atas, ada banyak variabel lainnya yang bisa mempengaruhi warna laut, seperti perubahan suhu air, kondisi cuaca, serta tingkat polusi yang ada di perairan. Polusi seperti tumpahan minyak atau bahan kimia dapat merubah warna laut menjadi gelap atau bahkan mencemari keindahan alam tersebut.
Fenomena El Nino dan La Nina juga dapat mempengaruhi warna laut. Ketika suhu air laut meningkat, seperti pada fenomena El Nino, beberapa daerah laut bisa menjadi lebih terang atau lebih biru, sedangkan di bawah kondisi La Nina, perairan dapat menunjukkan warna yang lebih gelap atau lebih hijau.