Cedera yang menimpa Trent Alexander-Arnold semakin memperparah situasi. Absennya bek kanan andalan itu membuat Liverpool kehilangan keseimbangan, baik dalam bertahan maupun membangun serangan. Tanpa kehadiran Alexander-Arnold, aliran bola dari lini belakang ke depan menjadi tersendat.
Jadwal Padat Memengaruhi Performa?
Hanya lima hari sebelum laga final, Liverpool menjalani duel berat melawan PSG di Liga Champions. Jadwal yang padat ini diduga menjadi salah satu penyebab kelelahan yang dialami para pemain. Beberapa analis menilai bahwa kurangnya energi dan intensitas dalam permainan Liverpool merupakan dampak dari kelelahan fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, Arne Slot menolak menjadikan faktor kelelahan sebagai alasan utama kekalahan. "Kami sudah terbiasa dengan jadwal padat, ini bukan soal kelelahan, tetapi lebih kepada cara kami menghadapi pertandingan," tegasnya.
Kurangnya Kreativitas di Lini Serang
Liverpool juga tampak kesulitan menembus pertahanan Newcastle. Minimnya kreativitas di lini serang membuat The Reds gagal memaksimalkan peluang yang ada. Salah satu legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyoroti kurangnya variasi serangan dalam permainan mereka.
"Liverpool tampak sangat statis dan mudah ditebak. Mereka tidak cukup cepat dalam membangun serangan dan terlalu bergantung pada Salah," kata Carragher dalam wawancaranya dengan Sky Sports.