Selain itu, program lari untuk pemula juga harus memperhatikan durasi dan frekuensi latihan. Sebagai contoh, mulailah dengan lari tiga kali seminggu dengan jeda satu atau dua hari di antara setiap sesi. Hal ini penting untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri, serta menghindari kelelahan yang berlebihan. Dengan secara bertahap meningkatkan durasi lari setiap minggu, anda dapat membangun kekuatan dan stamina tanpa memberikan tekanan yang berlebihan pada tubuh.
Studi menunjukkan bahwa menggunakan sepatu lari yang tepat sangat krusial untuk mencegah cedera. Pastikan anda menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki dan gaya lari anda. Jika diperlukan, kunjungi toko olahraga yang khusus menjual sepatu lari untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat. Seiring berjalannya waktu, meskipun sepatu baru terasa nyaman, ingatlah untuk menggantinya secara berkala, karena sepatu yang sudah usang dapat meningkatkan risiko cedera.
Setelah sesi lari, jangan lupa untuk melakukan pendinginan. Pendinginan membantu menormalkan detak jantung dan mempercepat pemulihan tubuh. Luangkan waktu selama 5-10 menit untuk berjalan perlahan dan melakukan peregangan setelah berlari. Ini adalah waktu yang baik untuk mengurangi ketegangan otot dan mempersiapkan tubuh untuk sesi latihan berikutnya.