Sebagai ilustrasi, jika seorang pelanggan melakukan pembelian token hari ini dan menyimpannya tanpa diinput hingga melakukan pembelian kembali sebanyak 50 kali, maka nomor token yang belum diinput tersebut akan dinyatakan kadaluarsa. "Jadi, nomor token dari transaksi yang pertama hingga seterusnya tidak akan dapat diinput ke kWh meter jika sudah tertera status usang," jelas PLN lebih lanjut.
Selain itu, PLN memastikan bahwa sisa kuota kWh dari token listrik dengan tarif diskon tidak akan hangus dan masih bisa dimanfaatkan setelah bulan Februari 2025, selama tidak ada perubahan dalam hal daya, nama pelanggan, tarif, atau data lainnya.
Penting untuk dipahami bahwa diskon listrik 50 persen ini diberikan hingga maksimal pemakaian listrik selama 720 jam nyala. Hal ini berarti, konsumen prabayar dapat membeli token listrik dengan diskon setara dengan 720 jam penggunaan. Apabila pelanggan melakukan pembelian melebihi batas tersebut, sistem PLN akan menolak transaksi pembelian token (kWh).
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah batas maksimal pembelian token listrik dengan tarif diskon untuk bulan Februari 2025 berdasarkan daya yang terpasang:
- Daya 450 VA: Maksimal pembelian token listrik mencapai 324 kWh dengan harga listrik per kWh adalah Rp 415, sehingga total maksimal pembelian token listrik menjadi Rp 134.460.
- Daya 900 VA: Pelanggan dapat membeli maksimum 648 kWh dengan harga per kWh Rp 1.352, total maksimal pembelian token listrik menjadi Rp 876.096 yang mana diskon maksimal adalah Rp 438.048.