Taufik menambahkan bahwa nilai investasi untuk Kilang Tuban mencapai US$ 21 miliar atau sekitar Rp 315 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.000 per US$). Proyek ini merupakan proyek patungan antara Pertamina (55%) dan perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft (45%). "GRR Tuban itu lebih besar lagi US$ 21 miliar, jika tidak salah," kata Taufik.
Dari data Pertamina, proyek kilang ini ditargetkan bisa memproduksi bahan bakar minyak dengan standar Euro V dan menghasilkan 12,8 juta kilo liter (kl) per tahun, yang mencakup avtur sebanyak 1,49 juta kl, diesel 5,2 juta kl, RON 92 5,95 juta kl, dan RON 95 0,16 juta kl.RI Bareng Rusia Bangun Kilang, Ini Kabar Terbarunya
Selain itu, kilang Tuban juga direncanakan dapat memproduksi 4,70 juta ton petrokimia per tahun, yang terdiri dari 1,3 juta ton paraxylene, 510 ribu ton styrene, 650 ribu ton LLDPE/HDPE, 1,16 juta ton polypropylene, 407 ribu ton sulfur, 500 ribu ton MEG, dan 173 ribu ton MTBE setiap tahun.