Tampang.com | Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menuai polemik. Kritik tajam datang dari berbagai pihak, terutama terkait anggaran proyek yang disebut-sebut membengkak jauh dari perkiraan awal. Padahal, proyek ini digadang-gadang sebagai solusi untuk mengurangi beban Jakarta dan menciptakan pusat pemerintahan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Menurut laporan terbaru, anggaran pembangunan IKN Nusantara telah melonjak hingga puluhan triliun rupiah. Hal ini memicu pertanyaan dari publik dan pengamat ekonomi: Apakah proyek ini masih layak dilanjutkan di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi negara? Beberapa pihak bahkan menilai proyek ini sebagai pemborosan anggaran yang tidak tepat sasaran.