Dampak Signifikan Dapur SPPG Terhadap Ekonomi Lokal
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa harga daging ayam ras maupun telur di tingkat konsumen secara rata-rata masih berada di bawah harga acuan, sehingga ruang pemulihan harga yang wajar bagi peternak masih sangat terbuka. Ia menyoroti bahwa kembali beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan faktor kunci yang menjamin kepastian penyerapan hasil ternak rakyat.
"Untuk ayam di tingkat peternak harganya alhamdulillah per hari ini sudah Rp22.000 dan sesuai dengan target kita. Kemudian kalau telur tadi masih sekitar Rp22.000 juga," ungkap Agung.
Keberlanjutan program MBG terbukti tidak hanya sekadar menyediakan pemenuhan gizi bagi siswa, tetapi juga menciptakan ekosistem pasar yang berkelanjutan bagi peternak lokal. Menurut Agung, satu fasilitas dapur SPPG saja membutuhkan pasokan hingga 1,86 ton telur per bulan secara rutin.
"Ini tentu mendorong ekonomi rakyat," pungkasnya. Kebijakan makro yang memastikan adanya permintaan institusional berskala besar seperti ini diharapkan dapat terus berjalan guna menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi roda perekonomian di tingkat akar rumput.