"Kami mendapati bahwa banyak mantan narapidana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena adanya SKCK yang mencatat riwayat kriminal mereka. Akibatnya, mereka kembali melakukan tindak kriminal karena tidak memiliki kesempatan untuk bekerja," jelas Nicholay, Jumat (21/3/2025).
Dilema SKCK: Antara Keamanan dan Hak Asasi Manusia
Meskipun SKCK dianggap penting untuk memastikan keamanan dalam proses rekrutmen kerja, di sisi lain, pencantuman riwayat kejahatan seseorang dalam dokumen ini menjadi penghalang bagi mantan narapidana yang ingin memperbaiki kehidupannya.
Polemik ini terus menjadi perdebatan di kalangan pemerintah, aparat penegak hukum, serta aktivis HAM. Saat ini, Polri masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan terkait masa depan SKCK, apakah akan tetap dipertahankan, diperbaiki, atau bahkan dihapus.