Pada awal tahun 2025, sektor MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) yang menjadi andalan utama pendapatan hotel dan restoran, hampir terhenti akibat pembatasan anggaran dari kementerian dan lembaga. Efisiensi anggaran yang dilakukan juga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, sehingga menyebabkan perputaran uang di sektor ini melambat.
Pemanggilan Kembali Karyawan Bertahap
Meski anggaran pemerintah telah dibuka kembali, Dedi menekankan bahwa proses pemulihan sektor perhotelan tidak dapat terjadi secara instan. "Kami masih menunggu realisasi kegiatan kementerian dan lembaga, seperti pemesanan hotel dan restoran. Proses ini tidak bisa langsung berjalan begitu saja," ungkapnya. Oleh karena itu, PHRI DIY mendorong kementerian dan lembaga untuk segera mengalokasikan anggarannya untuk sektor jasa, serta menggelar kembali kegiatan MICE di Yogyakarta.
Optimisme terhadap pemulihan sektor ini tetap terjaga, mengingat adanya peningkatan tingkat reservasi hotel di awal Mei 2025. Dedi berharap okupansi hotel dapat meningkat signifikan, terutama dengan adanya libur panjang pada bulan Mei. "Kami targetkan okupansi bulan ini bisa mencapai 80 persen," tambahnya.