Perdana segera meminta bantuan teman-temannya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dari Polsek Kedaton. Saat ditanya tentang pertemuan terakhirnya dengan korban, Perdana mengungkapkan bahwa mereka bertemu pada Jumat 26 Juli 2024, ketika EG sedang berbincang dengan temannya di depan kosan.
Kapolsek Kedaton, AKP Budi Harto, membenarkan bahwa korban merupakan seorang mahasiswa UIN. Namun, Budi mengaku belum dapat memberikan kronologi peristiwa secara spesifik atau motif korban dalam mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kematian tragis EG menyisakan banyak pertanyaan di kalangan teman-temannya dan masyarakat umum. Peristiwa ini juga menimbulkan keprihatinan terhadap kondisi kesehatan mental para mahasiswa, terutama di tengah tekanan akademik yang mungkin mereka hadapi. Faktor-faktor lain seperti masalah pribadi, perasaan terisolasi, atau tekanan sosial juga menjadi pertimbangan dalam mendalami kasus ini.