Jembatan yang mungkin terlihat sederhana dari sisi ukuran dapat memangkas perjalanan warga sekaligus memperlancar hubungan sosial dan aktivitas ekonomi antardesa.
Dari Pandeglang hingga Karanganyar
Program pembangunan jembatan melalui Aksi Bersama tidak berhenti di satu daerah.
Pada Januari 2026, Anies meresmikan Jembatan Titian Persatuan yang menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, dengan Desa Bolong, Kecamatan Karanganyar, Jawa Tengah. RRI melaporkan pembangunan jembatan gantung tersebut dilakukan melalui inisiatif relawan Aksi Bersama bersama masyarakat setempat.
Kemudian pada September 2026, Anies juga meninjau rencana pembangunan Jembatan Titian Persatuan di Lamongan, Jawa Timur.
Jembatan tersebut direncanakan menghubungkan Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, dengan Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi. Peninjauan dilakukan bersama pemerintah desa, relawan, aparat setempat, dan masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Lamongan, Anies menggambarkan jembatan sebagai infrastruktur yang dapat menghubungkan masyarakat dengan sekolah, pekerjaan, pertanian, pasar hingga fasilitas kesehatan.
Keadilan Sosial dalam Bentuk Infrastruktur
Gagasan yang dibawa melalui pembangunan jembatan tersebut dapat dilihat dari persoalan akses.
Masyarakat di perkotaan mungkin menganggap jembatan sebagai fasilitas biasa. Namun bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang dipisahkan sungai, keberadaan jembatan dapat memengaruhi hampir seluruh aktivitas kehidupan.
Anak sekolah mendapatkan perjalanan yang lebih aman.
Petani memiliki akses yang lebih mudah membawa hasil panen.
Pedagang dapat menjangkau pasar dengan lebih cepat.
Warga yang membutuhkan layanan kesehatan juga tidak perlu melakukan perjalanan memutar terlalu jauh.
Dalam konteks tersebut, Aksi Bersama menempatkan pembangunan jembatan sebagai salah satu cara membuka akses bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Anies sendiri melalui akun LinkedIn-nya menjelaskan bahwa gerakan tersebut dibentuk sebagai ruang bagi masyarakat untuk berhimpun dan melakukan kegiatan yang menghasilkan dampak langsung. Ia menyebut jembatan sebagai penghubung masyarakat menuju sekolah, pasar dan layanan kesehatan.