Saat ini, negara-negara anggota NATO memberikan pendekatan yang berbeda tentang cara Ukraina dapat menggunakan senjata-senjata yang diberikan oleh mereka. Beberapa negara menjelaskan bahwa Kyiv hanya diperbolehkan menggunakan senjata mereka untuk wilayah di dalam Rusia, sementara Amerika Serikat memiliki pendekatan yang lebih terbatas lagi, sehingga senjatanya hanya boleh digunakan untuk wilayah perbatasan Rusia dan menargetkan operasi militer Rusia di Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim bahwa Rusia telah meluncurkan tiga rudal balistik Iskander. Namun, informasi lebih lanjut tidak diungkapkan.
Volodymyr Zelensky, dalam upayanya untuk memperoleh dukungan internasional dan senjata-senjata yang dibutuhkan, disoroti oleh para analis politik dunia. Di tengah eskalasi konflik antara Ukraina dan Rusia, permintaannya tersebut menjadi penting karena memberi gambaran terkait kebutuhan Ukraina dalam menghadapi ancaman militer dari Rusia.
Pengadaan senjata-senjata jarak jauh menjadi krusial bagi Ukraina dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan negaranya. Dukungan dari negara-negara Barat, terutama anggota NATO, menjadi kunci dalam memberikan akses senjata yang dapat memperkuat pertahanan Ukraina. Keputusan ini juga akan memberikan dampak dalam dinamika hubungan antara Ukraina dan Rusia, serta mempengaruhi stabilitas keamanan Eropa Timur.
Sebagai negara yang saat ini sedang berada dalam tekanan konflik, Ukraina memerlukan jaminan dukungan dari pihak luar yang dapat membantu mengimbangi kekuatan militer Rusia. Oleh karena itu, negosiasi antara Ukraina, NATO, dan negara-negara lainnya menjadi krusial dalam menentukan langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan Eropa Timur.