Dinding yang terbuat dari bata pasir atau plester yang dicampur pasir bisa mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan, yang pada akhirnya menghemat energi. Teknik ini adalah warisan dari arsitektur tradisional yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan gurun. Pasir juga mudah didapat dan terjangkau, menjadikannya bahan yang efisien dan berkelanjutan dalam membangun atau mendekorasi.
Simbol Ketahanan dan Identitas Modern
Di negara-negara Arab modern, penggunaan pasir sebagai ornamen telah berevolusi dari sekadar bahan bangunan menjadi simbol identitas yang canggih. Arsitek-arsitek kontemporer di kota-kota seperti Dubai dan Riyadh seringkali mengintegrasikan elemen pasir ke dalam desain futuristik. Mereka menggunakan pasir sebagai material utama dalam pembuatan beton yang ramah lingkungan, atau sebagai lapisan eksterior yang memberikan karakter khas.
Bukan lagi sekadar elemen kasar dari gurun, pasir kini diproses dan diolah menjadi material yang halus dan presisi. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat di sana mampu menggabungkan tradisi dengan inovasi. Mereka tidak menolak modernitas, melainkan merangkulnya sambil tetap menjaga esensi dari warisan budaya mereka. Menggunakan pasir dalam ornamen modern adalah cara untuk menunjukkan bahwa identitas mereka, sama seperti gurun, adalah sesuatu yang abadi dan tak lekang oleh waktu.