Sementara itu, diabetes insipidus adalah kondisi langka yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon antidiuretik (ADH) yang mengatur keseimbangan cairan tubuh. Hal ini menyebabkan ginjal menghasilkan urine dalam jumlah besar dan encer.
Infeksi saluran kemih (ISK) juga merupakan salah satu kondisi medis yang dapat menjadi penyebab sering kencing, di mana kondisi ini biasanya disertai dengan sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
4. Overactive Bladder (OAB)
Overactive bladder adalah kondisi di mana seseorang merasakan keinginan yang mendesak dan sering untuk buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh kontraksi otot kandung kemih yang tidak terkendali. Minum air dalam jumlah besar juga dapat memperburuk gejala OAB.
5. Efek Samping Obat
Beberapa obat memiliki efek samping diuretik, yang artinya mereka dapat meningkatkan produksi urine. Contoh obat tersebut antara lain adalah diuretik yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, beberapa obat antidepresan, dan obat-obatan untuk mengobati edema.
6. Kehamilan
Selama kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak perubahan hormonal dan fisik. Salah satu perubahan ini adalah peningkatan produksi urine, terutama pada trimester pertama dan ketiga. Selain itu, rahim yang membesar juga dapat menekan kandung kemih, yang mana hal ini dapat menjadi penyebab sering kencing pada ibu hamil.
7. Kondisi Psikologis
Stres dan kecemasan juga dapat memengaruhi kebiasaan buang air kecil seseorang. Beberapa orang mungkin merasa perlu buang air kecil lebih sering saat mereka merasa cemas atau stres. Hal ini dikenal sebagai "kencing karena gugup" dan merupakan respon tubuh terhadap peningkatan adrenalin.
##Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter##
Meskipun sering kencing setelah minum air putih sebagian besar tidak berbahaya, namun ada beberapa situasi di mana Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, di antaranya adalah: