Yang membedakan campak dari penyakit lain adalah ciri di fase ketiga (penyembuhan), yaitu ruam yang berubah menjadi lebih gelap atau menghitam sebelum akhirnya mengelupas.
Meski terlihat “hanya ruam dan demam”, campak bisa menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani, seperti pneumonia, diare, otitis media (infeksi telinga), bahkan radang otak.
“Campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular. Jika satu anak terkena campak, dia bisa menularkan ke 12 hingga 18 anak lain. Itu jauh lebih menular dibanding COVID-19,” tegas Edi dalam telewicara daring, Rabu (27/8).
Pengobatan dan Pencegahan
Saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh virus campak, sehingga perawatan bersifat suportif: istirahat cukup, menjaga nutrisi, serta pemberian vitamin A untuk mempercepat pemulihan dan menjaga kesehatan mata maupun kulit. Orang tua juga perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika demam tak kunjung turun atau gejala semakin berat.