Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan puasa sunnah di bulan Syawal. Meskipun puasa sunnah, pahala yang diperoleh setara dengan berpuasa satu tahun, sesuai dengan hadits Nabi yang populer di kalangan Muslim.Dalam melaksanakan puasa Syawal, penting untuk memperhatikan niat dengan sungguh-sungguh. Karena niat adalah salah satu faktor penentu kesahihan puasa Syawal, meskipun hukumnya sunnah.
Niat Puasa Syawal
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.”
Dengan mengutip pendapat Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Ustadz Alhafiz menyatakan bahwa sebagian ulama mengharuskan ta'yin atau menyebut ‘puasa sunnah Syawal’ saat niat di dalam batinnya, sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta’yin. Adapun pelaksanaan niat puasa Syawal dimulai dari masuknya Maghrib. Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa Syawal ini masih dapat dilakukan di pagi hari hingga sebelum Zuhur sepanjang belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa, terhitung sejak terbit fajar pada hari berpuasa itu.