Aspek psikologis lain adalah kecenderungan untuk mengabaikan masa depan. Otak kita sering kali lebih fokus pada kepuasan jangka pendek daripada imbalan yang akan datang. Mengeluarkan uang untuk barang yang diinginkan hari ini terasa lebih menyenangkan daripada membayangkan tabungan yang akan berguna 10 tahun dari sekarang. Inilah mengapa menabung terasa seperti sebuah pengorbanan, padahal sejatinya adalah investasi untuk diri sendiri di masa depan.
Tidak Memisahkan Dana dan Menggunakan Rekening yang Salah
Kesalahan teknis dalam mengelola uang juga jadi penyebab. Banyak orang menyimpan semua uang mereka, termasuk uang untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan dana darurat, dalam satu rekening bank. Ini membuat pengeluaran menjadi tidak terkontrol. Seringkali, saat butuh uang untuk sesuatu yang tidak terduga, mereka mengambilnya dari dana tabungan.
Solusinya sederhana: memisahkan rekening. Satu rekening untuk gaji dan pengeluaran rutin, satu rekening khusus untuk tabungan, dan satu lagi untuk dana darurat. Dengan cara ini, uang tabungan "tidak terlihat" dan tidak mudah diakses. Menggunakan fitur otomatis transfer di bank, di mana sebagian gaji langsung masuk ke rekening tabungan begitu gajian, adalah cara yang sangat efektif untuk memaksa diri menabung.