Tampang

Mengapa Orang Lebih Mudah Terpengaruh oleh Fear Marketing?

28 Agu 2025 14:02 wib. 24
0 0
Marketing
Sumber foto: Canva

Taktik ini juga seringkali memicu Fear of Missing Out (FOMO), rasa takut ketinggalan sesuatu. Dalam konteks fear marketing, FOMO dimanipulasi menjadi takut ketinggalan "solusi". Kita tidak hanya takut kehilangan kesempatan mendapatkan produk, tetapi juga takut menjadi satu-satunya yang tidak aman, tidak terlindungi, atau tidak siap menghadapi ancaman yang digembar-gemborkan.

Keberhasilan Fear Marketing di Berbagai Sektor

Strategi ini tidak hanya terbatas pada iklan produk. Fear marketing digunakan secara luas di berbagai sektor, termasuk politik dan kesehatan masyarakat. Dalam kampanye politik, kandidat bisa menggunakan taktik menakut-nakuti dengan menggambarkan masa depan yang suram jika lawan mereka yang terpilih. Dalam kampanye kesehatan, pemerintah menggunakan visual dan narasi yang menakutkan untuk mendorong masyarakat berhenti merokok, menggunakan sabuk pengaman, atau mendapatkan vaksin.

Ketika digunakan secara etis dan bertanggung jawab, fear marketing bisa menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan perilaku positif dan melindungi masyarakat. Namun, ketika digunakan untuk memanipulasi atau menyebarkan informasi yang salah, taktik ini bisa merugikan dan menciptakan kecemasan yang tidak perlu.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?