Peningkatan Suhu Tubuh dan Ketidaknyamanan Fisik
Makan malam yang berat, terutama yang kaya protein dan lemak, dapat meningkatkan suhu inti tubuh. Mencerna makanan adalah proses termogenik, yang berarti ia menghasilkan panas. Suhu tubuh yang terlalu tinggi saat tidur bisa mengganggu siklus tidur alami. Kita mungkin merasa lebih gerah, gelisah, atau tidak nyaman, yang berujung pada tidur yang tidak nyenyak.
Ketidaknyamanan fisik ini bisa jadi penyebab utama mimpi buruk. Tubuh dan otak kita terhubung. Jika ada sinyal ketidaknyamanan dari tubuh—misalnya perut kembung, begah, atau sakit perut ringan—otak dapat menerjemahkan sensasi ini menjadi skenario mimpi yang mengancam atau tidak menyenangkan. Misalnya, sensasi perut yang melilit bisa termanifestasi sebagai mimpi dikejar atau berada dalam situasi berbahaya.
Dampak Makanan Pedas dan Berlemak
Makanan pedas adalah salah satu biang kerok utama yang sering dikaitkan dengan mimpi buruk. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat meningkatkan suhu tubuh dan mengganggu pencernaan. Selain itu, makanan pedas bisa memicu refluks asam lambung atau sakit maag, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sebelum tidur. Rasa panas dan nyeri akibat refluks ini bisa mengganggu tidur dan memicu mimpi yang tidak nyaman.
Sama halnya dengan makanan berlemak. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, membuat sistem pencernaan bekerja sepanjang malam. Proses ini bisa menyebabkan produksi gas berlebih dan rasa begah yang mengganggu. Makanan berlemak juga dapat memicu pelepasan hormon kolesistokinin (CCK), yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu tidur.