Meskipun déjà vu adalah fenomena umum, para ahli juga menemukan bahwa ada hubungan antara déjà vu dan kondisi neurologis tertentu. Seringnya mengalami déjà vu bisa menjadi gejala dari penyakit atau kondisi seperti epilepsi lobus temporal. Lobus temporal adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori dan pengenalan. Ketika lobus temporal mengalami gangguan listrik atau kejang, salah satu gejalanya adalah déjà vu, atau bahkan déjà rêvé (perasaan pernah mengalami mimpi itu sebelumnya).
Bagi kebanyakan orang, déjà vu adalah fenomena yang terjadi sesekali dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika déjà vu terjadi sangat sering, terus-menerus, atau disertai gejala lain seperti kehilangan kesadaran, kejang, atau sensasi aneh lainnya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli saraf untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meskipun banyak teori yang mencoba menjelaskan déjà vu, para ilmuwan sepakat bahwa fenomena ini masih merupakan misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan. Karena terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa dipicu atau diukur di laboratorium, déjà vu sulit untuk dipelajari secara sistematis. Teori-teori yang ada sejauh ini hanyalah hipotesis terbaik yang kita miliki, yang didasarkan pada pemahaman kita tentang cara kerja otak.