Nama Tekodeko sendiri memiliki filosofi yang menarik. Berasal dari kata "teko" yang berarti ketel atau teko kopi dan "deko" yang berarti dekorasi, nama tersebut mencerminkan konsep sebuah rumah kopi yang menghidupkan kembali bangunan bersejarah melalui kehangatan suasana dan secangkir kopi berkualitas. Sejak berdiri pada 6 Juni 2015, tempat ini terus menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar kota yang ingin menikmati sisi berbeda dari Kota Lama Semarang.
Salah satu keunggulan yang membuat banyak orang kembali datang adalah konsep Kopi Akulturasi. Konsep ini terinspirasi dari keberagaman budaya yang selama berabad-abad membentuk identitas Kota Semarang. Setiap racikan kopi tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita mengenai perjalanan sejarah kota yang menjadi titik pertemuan berbagai etnis dan bangsa.
Menu yang paling banyak diburu adalah Kopi Gendhis. Minuman ini memiliki karakter unik berkat lapisan gula aren yang dibakar di bagian atas sehingga menghasilkan sensasi karamel yang menyerupai crème brûlée. Perpaduan rasa pahit kopi dan manis gula bakar menciptakan pengalaman menikmati kopi yang berbeda dibandingkan minuman kopi pada umumnya.
Tersedia pula Kopi Londo, yaitu es latte dengan sentuhan aroma kayu manis yang ringan dan menyegarkan. Bagi pengunjung yang datang untuk makan siang atau makan malam, pilihan menu seperti Sapi Lombok Ijo dan Misua juga menjadi favorit karena menawarkan cita rasa yang hangat dan cocok dinikmati setelah berjalan menyusuri kawasan Kota Lama.
Tidak hanya unggul dari sisi menu, suasana di dalam bangunan juga menjadi alasan mengapa banyak orang betah berlama-lama. Bangunan dua lantai lengkap dengan rooftop menghadirkan berbagai pilihan tempat duduk yang nyaman. Ada sudut dekat jendela untuk menikmati pemandangan Kota Lama, area yang tenang untuk bekerja, hingga balkon yang cocok bagi mereka yang ingin menikmati suasana sore sambil menyeruput kopi.