Dota 2 bukan sekadar game MOBA biasa. Game besutan Valve ini dikenal sebagai salah satu permainan strategi paling kompleks dan kompetitif di dunia esports. Dengan ratusan hero, item yang beragam, serta mekanik permainan yang dalam, Dota 2 menuntut pemainnya untuk berpikir cepat, bekerja sama dalam tim, dan memiliki pemahaman strategi yang matang. Tak heran jika banyak pemain pemula maupun veteran masih sering merasa kesulitan untuk menang secara konsisten. Melalui artikel ini, kamu akan menemukan tips bermain Dota 2 yang efektif dan relevan, baik untuk pemula maupun pemain yang ingin menaikkan MMR.
Pahami Role dan Tugas Hero Sejak Awal
Salah satu kesalahan paling umum pemain Dota 2 adalah tidak memahami role hero yang digunakan. Dalam satu tim biasanya terdapat core (Carry, Mid, Offlane) dan support (Soft Support dan Hard Support). Carry bertugas menjadi damage dealer utama di late game, sementara Mid fokus mengontrol tempo permainan sejak awal. Offlane berfungsi sebagai pengganggu lawan dan pembuka war. Di sisi lain, support memiliki peran vital dalam memberikan vision, melakukan crowd control, serta melindungi core tim. Memahami tugas masing-masing role akan membuat permainan tim jauh lebih terarah.
Kuasai Beberapa Hero, Jangan Terlalu Banyak
Banyak pemain ingin menguasai semua hero sekaligus, padahal pendekatan ini justru kurang efektif. Sebaiknya fokus pada 3–5 hero di setiap role yang benar-benar kamu kuasai. Dengan begitu, kamu akan memahami timing skill, item build, hingga cara menghadapi counter. Penguasaan hero yang mendalam jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar tahu banyak hero tanpa pemahaman maksimal.