Pasar logam mulia global kembali bergejolak. Dalam beberapa hari terakhir, harga emas dunia melonjak tajam tembus ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir di tengah meningkatnya optimisme pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga. Lonjakan ini memicu spekulasi: apakah kita menyaksikan baru kebangkitan emas, atau hanya reli singkat dipicu Sentimen?
Harga Emas Tembus Level Tertinggi Dua Pekan
Pada sesi perdagangan terkini, harga emas spot melonjak ke angka tertinggi sejak sekitar dua minggu lalu memantapkan “trennya naik” setelah sempat stagnan. The Star+2Business Recorder+2
Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi kuat dari banyak pelaku pasar bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Komentar dovish dari pejabat Fed serta data ekonomi Amerika Serikat yang melambat memberi angin segar bagi emas. detikfinance+2Moneycontrol+2
Pasalnya, suku bunga yang lebih rendah membuat emas logam mulia yang tak memberi imbal hasil bunga kembali menarik sebagai aset safe-haven. Trading Economics+1
Mengapa Pemangkasan Bunga The Fed Menjadi Pemicu?
Beberapa faktor utama yang mendasari reli harga emas kali ini:
-
Data Ekonomi AS yang Lemah Perlambatan dalam penjualan ritel, melemahnya pasar tenaga kerja, dan indikator lain menunjukkan ekonomi AS tengah kesulitan. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga. Moneycontrol+2Trading Economics+2
-
Dolar AS Melemah Dengan ekspektasi suku bunga turun, dolar cenderung melemah. Karena harga emas dihitung dalam dolar, dolar yang lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli dari luar AS meningkatkan permintaan. nationthailand+2Investing.com Indonesia+2
-
Permintaan Emas sebagai Safe-Haven & Lindung Nilai (Hedge) Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, investor kembali melirik emas sebagai pelindung kekayaan. Kelemahan dolar dan potensi pemangkasan suku bunga makin memperkuat daya tarik emas. Moneycontrol+2Investing.com Indonesia+2