Menjelang pergantian tahun, aktivitas pasar modal Indonesia akan mengalami jeda yang cukup panjang. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan jadwal libur atau penutupan perdagangan saham yang wajib dicatat oleh para investor, trader, dan pelaku pasar modal lainnya agar tidak kehilangan peluang dan bisa menyusun strategi finansial dengan lebih matang. PT. Kontan Grahanusa Mediatama
Meski terdengar biasa, perubahan jadwal ini punya dampak besar terhadap likuiditas pasar, volume transaksi, serta rencana trading di akhir dan awal tahun. Berikut ulasan lengkapnya untuk kamu yang ingin tetap “di depan” dalam pengelolaan portofolio investasi.
1. Bursa Tutup 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026
Salah satu poin paling penting adalah penutupan bursa pada dua hari berturut-turut:
-
Rabu, 31 Desember 2025: BEI libur sebagai bagian dari penutupan perdagangan di akhir tahun.
-
Kamis, 1 Januari 2026: Bursa juga libur karena peringatan Tahun Baru Masehi 2026. PT. Kontan Grahanusa Mediatama
Artinya, pasar saham tidak akan buka sama sekali selama dua hari penuh, dan semua transaksi yang belum tereksekusi akan didorong ke hari perdagangan berikutnya. Ini penting buat kamu yang biasanya aktif trading di penghujung tahun.
2. Perdagangan Kembali di 2 Januari 2026
Setelah dua hari libur tersebut, BEI akan kembali membuka aktivitas perdagangan pada:
Kamu bisa kembali melakukan transaksi saham, obligasi, atau instrumen lain di pasar modal pada hari ini. PT. Kontan Grahanusa Mediatama
Penundaan ini berarti bahwa investor perlu menyesuaikan strategi misalnya, memperhatikan risiko slippage atau pergerakan harga tak terduga setelah libur panjang karena pasar akan “re-open” setelah beberapa hari tidak aktif.
3. Dampak Libur Bursa pada Aktivitas Investor