Kebiasaan unik ini juga dapat dijelaskan dengan cara kerja sistem limbik, bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan kenangan. Saat mandi, tubuh kita terpapar dengan air, yang bisa memberikan sensasi relaksasi. Ketika tingkat stres menurun dan emosi menjadi lebih positif, sistem limbik kita dapat lebih bebas dalam menjelajahi ide-ide kreatif. Dalam kondisi seperti ini, individu cenderung merasa lebih bebas dalam berpikir dan lebih terbuka untuk mendapatkan wawasan baru.
Ada pula efek yang dikenal sebagai "shower effect". Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang cenderung lebih produktif dan kreatif setelah mandi. Hal ini mungkin disebabkan oleh kombinasi dari relaksasi yang dialami selama mandi dan munculnya keadaan "aha!" saat otak menemukan solusi yang efektif untuk permasalahan yang dihadapi. Ini adalah momen ketika sebuah ide atau solusi tampak jelas dan menonjol, sehingga sering kali hadir dalam bentuk yang inspiratif.
Tidak hanya itu, mandi juga memberikan ruang bagi kreativitas yang tidak terikat oleh ekspektasi. Banyak seniman dan penulis telah melaporkan bahwa beberapa dari karya terbaik mereka justru lahir saat mereka sedang mandi. Kebiasaan unik ini mendorong mereka untuk memanfaatkan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk berpikir tanpa tekanan dan mengasah ide-ide yang mungkin terabaikan dalam kondisi normal.