Tampang

Asal Usul Kata 'Oke': Sejarah Panjang di Balik Kata yang Mendunia

23 Feb 2025 14:55 wib. 44
0 0
Asal Usul Kata 'Oke': Sejarah Panjang di Balik Kata yang Mendunia
Sumber foto: iStock

Setelah dipopulerkan oleh Boston Post, penggunaan kata "O.K." semakin meluas di Amerika Serikat. Istilah ini kemudian digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari percakapan sehari-hari hingga dokumen resmi. Bahkan, pada masa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1840, kandidat Martin Van Buren menggunakan slogan "O.K." sebagai bagian dari kampanyenya. Van Buren, yang berasal dari kota Kinderhook di New York, sering dijuluki "Old Kinderhook", yang kemudian disingkat menjadi "O.K.". Hal ini semakin memperkuat popularitas istilah tersebut di kalangan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, kata "O.K." mulai meresap ke dalam berbagai bahasa di dunia. Kepraktisan dan kemudahan dalam pengucapannya membuat kata ini dengan cepat diadaptasi oleh berbagai budaya. Bahkan, dalam komunikasi modern, "O.K." sering digunakan dalam percakapan tertulis, baik dalam pesan singkat, email, maupun media sosial. Selain itu, simbol "OK" dengan jari tangan yang membentuk lingkaran juga menjadi gestur universal yang dikenal di banyak negara.

"OKE" dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, "O.K." mengalami perubahan ejaan menjadi "OKE". Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan "OKE" sebagai "kata untuk menyatakan setuju". Sama seperti di negara-negara lain, "OKE" digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk konfirmasi persetujuan, penerimaan, atau untuk menyatakan bahwa sesuatu tidak memiliki masalah. Kata ini sangat fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai situasi, baik dalam komunikasi formal maupun informal.

Misalnya, dalam percakapan sehari-hari:

  • "Besok kita ketemu jam 10, ya?"
  • "Oke!"

Atau dalam komunikasi tertulis seperti pesan singkat:

  • "Tolong kirim dokumen itu segera."
  • "Oke, akan saya kirim sekarang."

"OKE" dalam Budaya Populer

Popularitas kata "OKE" tidak hanya terbatas pada komunikasi lisan dan tulisan, tetapi juga merambah ke berbagai aspek budaya populer. Misalnya, dalam dunia musik, banyak lagu yang menggunakan kata "OKE" dalam liriknya. Selain itu, dalam industri periklanan dan hiburan, "OKE" sering digunakan sebagai slogan untuk menunjukkan kesan positif dan persetujuan terhadap suatu produk atau layanan.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?