Tutup Iklan
belireview
  
login Register
Stress? Tidur Tidak Nyenyak? Ini Obatnya

Stress? Tidur Tidak Nyenyak? Ini Obatnya

12 September 2017 | Dibaca : 229x | Penulis : Rindang Riyanti

Setiap orang secara empiris mengetahui bahwa kejadian yang menegangkan pasti mempengaruhi tidur nyenyak. Para ilmuwan di institut tidur Jepang menemukan bahwa komponen aktif pada tebu dan produk alami lainnya dapat memperbaiki stres dan membantu tidur nyenyak.

Di dunia sekarang ini lingkungan yang selalu berubah, menuntut pekerjaan pekerjaan dan faktor sosial ekonomi memaksa kurang tidur pada populasi manusia. Kurang tidur menyebabkan stres yang luar biasa, dan stres itu sendiri adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kehilangan tidur atau kesulitan tidur. Pil tidur yang tersedia saat ini tidak mengatasi komponen stres dan seringkali memiliki efek samping yang parah. Kehilangan tidur juga terkait dengan penyakit tertentu lainnya termasuk obesitas, penyakit kardiovaskular, depresi, kecemasan, defisit mania dll.

Kelompok penelitian yang dipimpin oleh Mahesh K. Kaushik dan Yoshihiro Urade dari Institut Internasional untuk Integrative Sleep Medicine (WPI-IIIS), Universitas Tsukuba, menemukan bahwa octacosanol mengurangi stres dan mengembalikan tidur yang terkena stres kembali normal.

Octacosanol hadir dalam berbagai makanan sehari-hari seperti tebu (lapisan tipis keputihan di permukaan), dedak padi, minyak biji gandum, lilin lebah dll. Ekstrak kasarnya adalah policosanol, dimana oktacosanol merupakan penyusun utama. Policosanol dan octacosanol telah digunakan pada manusia untuk berbagai kondisi medis lainnya.

Suplemen Octacosanol / policosanol digunakan oleh manusia untuk fungsi seperti metabolisme lipid, penurun kolesterol atau untuk memberi energi. Namun, studi klinis yang terencana perlu dilakukan untuk memastikan pengaruhnya lebih lanjut terhadap manusia karena mitigasi stres dan potensi dorongan tidurnya. "Penelitian selanjutnya mencakup identifikasi area otak sasaran octacosanol, permeabilitas BBB-nya, dan mekanisme dimana octacosanol menurunkan tekanan," kata Kaushik.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

PJK Pembunuh Terbesar, Ketahui Gejala dan Pencegahannya
30 April 2018, by Maman Soleman
PJK adalah Penyakit Jantung Koroner. SARS, Flu Burung, dan Demam Berdarah Dengue boleh jadi merupakan penyakit populer, namun dari sisi kematian yang ...
Alasan Kenapa Para Cowok Suka Bohong
25 Februari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Memang kesanya picik sih, membenarkan kebohongan, namun faktanya adalah bahwa kebohongan mengambil peranan penting dalam berlangsungnya sebuah ...
Sudirman Said Percaya Masyarakat Jateng Dewasa Menanggapi Kampanye Hitam
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Jawa Tengah termasuk daerah yang akan melakukan pemiihan kepala daerah tingkat provinsi yakni pemilihan gubernur dan calon gubernur periode 2018-2023. Berbagai ...
Modus Penipuan dengan Mengaku Keponakan Polri, Wanita Ini Diciduk Polisi
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Seorang wanita bernama Titin Hendiko melakukan praktik penipuan dengan kedok mengaku sebagai keponakan Kapolri. Satu per satu kejahatannya mulai ...
PT KAI Belum Tambah Kereta Meski Libur Lebaran 2018 ditambah
20 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kebijakan pemerintah yang menambah jatah libur saat lebaran 2018 belum berpengaruh pada penambahan kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite