Tutup Iklan
hijab
  
login Register
sweet 20

Review Film Sweet 20

10 Juli 2017 | Dibaca : 1013x | Penulis : Dika Mustika

Film bergenre komedi keluarga ini sungguh berhasil menyuguhkan komedi yang segar dan hangat. Film berdurasi 109 menit ini disajikan dengan apik dari awal hingga akhir. Awal film yang disajikan dalam suasana lebaran, memang cocok dijadikan sebagai film pengisi liburan lebaran sekaligus liburan sekolah. Walaupun film ini memang diperuntukkan sebagai film liburan, namun tampaknya bukan liburan untuk semua kelompok umur. Film ini lebih cocok jika disaksikan mulai dari anak SMP saja, jadi memang sesuai untuk genre usia 13+ (sesuai dengan yang tertera di bioskop).

Film ini berkisah tentang seorang nenek yang mengalami pengalaman yang menakjubkan. Ketika ia dilanda kesedihan karena anak, menantu, dan cucunya, disitulah pengalaman menakjubkannya dimulai. Tanpa disangka, setelah ia difoto di sebuah studio foto (dalam suasana hati yang sedang bersedih), ia menjadi lebih muda 50 tahun! Ia sendiri tak menyadarinya dan tak langsung mempercayainya. Ia kemudian langsung mencari studio foto di mana ia difoto, namun nihil, tempat itu tak ada lagi dalam sekejab. Ia kemudian berusaha mencari tahu dengan bertanya ke beberapa orang yang dijumpainya, namun ia malah disangka aneh.

Nenek tersebut sangatlah cerdas dan energik. Dengan kondisi muda kembali, ia tidak langsung pulang ke rumahnya. Ia kemudian pergi ke rumah sahabatnya yang memiliki tempat kos. Tinggalah ia kemudia di tempat sahabatnya tersebut, tanpa sahabatnya mengetahui bahwa itu adalah dia. Tentunya ada banyak konflik dan pergolakan emosi yang timbul akibat ‘muda lagi’ tersebut. Namun, konflik tersebut justru sangat menghibur dan tak henti membuat tawa para penonton.

Di salah satu bagian film, akhirnya nenek tersebut menyadari bahwa, mungkin salah satunya ia ‘muda lagi’ adalah untuk membantu cucunya mewujudkan impian menjadi penyanyi, karena tak ada yang mendukung mimpi cucunya tersebut. Selain itu, ia juga ingin merasakan meraih impian yang dulu tak bisa dinikmatinya, karena ia sibuk mengurus anaknya sendirian. Demi membantu cucunya sekaligus menikmati impian yang dulu tak pernah dinikmatinya tersebut, akhirnya nenek bertahan menjadi muda untuk beberapa waktu.

Melalui film ini, kita seakan diingatkan untuk dapat menikmati waktu sebaik mungkin. Karena pada kenyataannya, waktu adalah salah satu hal berharga dalam hidup, ia tak mungkin akan kembali walau sedetikpun. Nikmati waktu muda dengan bijaksana, dan carilah jawaban atas kepenasaranan dalam hidup selama itu positif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ajak Joget Wajah Kamu dengan Game FaceDance Challenge
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kini, terdapat game unik terbaru yang muncul di Google Playstore dan App Store. Game tersebut bernama FaceDance Challenge. Seperti nama gamenya, ...
Kembangkan Taksi Udara, Volocopter Mendapatkan Kucuran Rp 400 M dari Daimler
4 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Rencana perusahaan Jerman, Volocopter menciptakan transportasi pribadi untuk jalur udara kini telah melangkah lebih ...
Braga Citywalk Gelar "Pemuda Bersatu untuk Autisme"
1 November 2017, by Admin
  Tampang.com .BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial pada acara Bandung Amazing Day menekankan sebagai orang tua harus mampu mendidik ...
tommy soeharto
21 April 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Hutomo Mandala Putra Tampang.com - Hasil pilkada kemarin akhirnya membuka mata kita bahwa nasionalisme Tionghoa di Indonesia telah ...
Bonucci untuk Buffon: Sampai Jumpa di Timnas, Kapten
16 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Seperti kita ketahui, Bonucci kini resmi berseragam AC Milan. Bonucci dibeli dengan harga 42 juta euro setara Rp 640,64 miliar. "AC Milan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab