Tutup Iklan
powerman
  
login Register
sweet 20

Review Film Sweet 20

10 Juli 2017 | Dibaca : 766x | Penulis : Dika Mustika

Film bergenre komedi keluarga ini sungguh berhasil menyuguhkan komedi yang segar dan hangat. Film berdurasi 109 menit ini disajikan dengan apik dari awal hingga akhir. Awal film yang disajikan dalam suasana lebaran, memang cocok dijadikan sebagai film pengisi liburan lebaran sekaligus liburan sekolah. Walaupun film ini memang diperuntukkan sebagai film liburan, namun tampaknya bukan liburan untuk semua kelompok umur. Film ini lebih cocok jika disaksikan mulai dari anak SMP saja, jadi memang sesuai untuk genre usia 13+ (sesuai dengan yang tertera di bioskop).

Film ini berkisah tentang seorang nenek yang mengalami pengalaman yang menakjubkan. Ketika ia dilanda kesedihan karena anak, menantu, dan cucunya, disitulah pengalaman menakjubkannya dimulai. Tanpa disangka, setelah ia difoto di sebuah studio foto (dalam suasana hati yang sedang bersedih), ia menjadi lebih muda 50 tahun! Ia sendiri tak menyadarinya dan tak langsung mempercayainya. Ia kemudian langsung mencari studio foto di mana ia difoto, namun nihil, tempat itu tak ada lagi dalam sekejab. Ia kemudian berusaha mencari tahu dengan bertanya ke beberapa orang yang dijumpainya, namun ia malah disangka aneh.

Nenek tersebut sangatlah cerdas dan energik. Dengan kondisi muda kembali, ia tidak langsung pulang ke rumahnya. Ia kemudian pergi ke rumah sahabatnya yang memiliki tempat kos. Tinggalah ia kemudia di tempat sahabatnya tersebut, tanpa sahabatnya mengetahui bahwa itu adalah dia. Tentunya ada banyak konflik dan pergolakan emosi yang timbul akibat ‘muda lagi’ tersebut. Namun, konflik tersebut justru sangat menghibur dan tak henti membuat tawa para penonton.

Di salah satu bagian film, akhirnya nenek tersebut menyadari bahwa, mungkin salah satunya ia ‘muda lagi’ adalah untuk membantu cucunya mewujudkan impian menjadi penyanyi, karena tak ada yang mendukung mimpi cucunya tersebut. Selain itu, ia juga ingin merasakan meraih impian yang dulu tak bisa dinikmatinya, karena ia sibuk mengurus anaknya sendirian. Demi membantu cucunya sekaligus menikmati impian yang dulu tak pernah dinikmatinya tersebut, akhirnya nenek bertahan menjadi muda untuk beberapa waktu.

Melalui film ini, kita seakan diingatkan untuk dapat menikmati waktu sebaik mungkin. Karena pada kenyataannya, waktu adalah salah satu hal berharga dalam hidup, ia tak mungkin akan kembali walau sedetikpun. Nikmati waktu muda dengan bijaksana, dan carilah jawaban atas kepenasaranan dalam hidup selama itu positif.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

4 Fakta  Wanita Lebih Menyukai Pria Cerdas Ketimbang Menang Tampang
11 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian orang mengatakan bahwa wanita saat ini hanya melihat fisiknya saja ketika memilih seseorang. Padahal, sebagian besar wanita justru ...
Selain Sayuran Hijau, 3 Makanan ini Cegah Gula Darah Naik Setelah Lebaran
21 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Setelah menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan, biasanya banyak orang yang tidak dapat mengontrol pola makan saat momen lebaran tiba. Banyak ...
Kini, Bencana Longsor Mampu Diprediksi Oleh Satelit
7 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Longsor memang bencana alam yang sulit untuk diprediksi. Setiap kejadian longsor mengakibatkan kerusakan bahkan kematian. Indonesia sendiri ...
Resmi Rilis Oppo A83 Mirip Fitur Face Unlock iPhone X
28 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Perusahaan ponsel pintar terus melakukan berbagai inovasi untuk bersaing mendapatkan daya tarik pelanggan. Setelah iphone mengeluarkan produk terbaru mereka ...
Anies Baswedan tidak akan Melarang Warga Luar Kota Ngadu Nasib di Jakarta, Asalkan.....
7 Juni 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Tradisi mudik lebaran yang dibarengi arus balik dengan membawa sanak saudara ke Jakarta atau kota besar lainnya sudah terjadi bertahun-tahun. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab