Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

2 April 2018 | Dibaca : 410x | Penulis : oteli w

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang orang-orang yang pernah mengalami perlakuan yang tidak baik, namun mereka dapat memaafkan pelaku bahkan mampu menaruh kasih kepada pelaku dan tidak menuntut balas. Pada dasarnya, semua kepercayaan ataupun agama memiliki anjuran untuk memiliki kasih dan tabah dalam menghadapi berbagai tekanan tanpa harus ada balas dendam, tinggal tergantung pada pribadi individunya saja.

Penganut agama nasrani, pasti tidak asing lagi istilah “mengasihi walau tidak dikasihi”. Istilah tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan bersumber dari suatu kitab yang disebut “Alkitab”

Alkitab Mengajarkan umat Kristen tentang dua hal penting tentang bagaimana sesorang mampu bertahan untuk tetap memiliki “Kasih” walau mendapat perlakuan kasar :

Memiliki Kasih yang benar kepada Tuhan

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. —Markus 12:30. Dalam ayat ini ada tigal hal penting yang harus dijadikan sebagai acuan dalam mengasihi Tuhan, yakni: mengasihi dengan segenap Jiwa artinya mengasihi Tuhan dengan mengerahkan unsur yang terdapat dalam jiwa seperti perasaan. Kemudian mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi artinya dalam beriman dan dalam menjalankan ajaran Tuhan harus pakai akal budi yang sehat (akal budi mampu membedakan mana yang baik, benar, mampu mempetimbangkan perilaku yang patut dilakukan dan yang tidak), ketiga : dengan segenap kekuatan artinya sebagai umat wajib menggunakan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik dan benar.

Menerapkan Kasih yang Sesuai Standar Firman Tuhan kepada Sesama

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." – Markus 12:31

Bagian kedua ini mengajarkanbagaimana cara menjalani hidup yang mampu mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri sendiri. Tidak egois dan bahkan harus tolong menolong.

Jika seorang umat nasrani memiliki perihal di atas, maka dipastikan ia pasti bisa menjadi pribadi yang saleh dan tabah dalam menghadapi tekanan bahkan tetap memiliki kasih yang mulia di tengah-tengah perlakuan yang kurang bersahabat di sekitar lingkungan yang ada.

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

payudara indah
9 Juni 2018, by Maman Soleman
Memiliki payudara sehat dan indah merupakan salah satu dambaan nyaris setiap wanita. Untuk mendapatkan payudara yang sehat dan indah tentunya payudara harus ...
rachland
31 Juli 2017, by Gatot Swandito
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ( IPR ), Ujang Komarudin, pertemuan SBY dan Praboeo sudah menunjukkan komunikasi dan kesamaan dalam ...
Badai Maria di Puerto Riko Menewaskan 34 Orang dan Mengakibatkan Kerugian 1200 Trilyun
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Korban tewas resmi dari Badai Maria di Puerto Riko meningkat menjadi 34 dari semula 16, kata gubernur wilayah A.S. pada hari Selasa lalu. Gubernur Ricardo ...
Meluruskan Istilah dan Makna Terkandung dalam Kalimat, Ini Kamis Malam Jumat Wajib Lakukan Sunnah Rosul
1 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Biasanya, sejak Kamis siang hingga malam hari, berbagai grup media sosial (medsos) termasuk grup whatsapp, diramaikan oleh tulisan maupun gambar ...
Ramai Pencopotan Wakil Ketua KPK, Masinton: Bukan Hal Luar Biasa
23 September 2017, by Rindang Riyanti
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu heran dengan ramainya pemberitaan mengenai pencopotannya dari Wakil Ketua Pansus angket ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab