Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

2 April 2018 | Dibaca : 233x | Penulis : oteli w

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang orang-orang yang pernah mengalami perlakuan yang tidak baik, namun mereka dapat memaafkan pelaku bahkan mampu menaruh kasih kepada pelaku dan tidak menuntut balas. Pada dasarnya, semua kepercayaan ataupun agama memiliki anjuran untuk memiliki kasih dan tabah dalam menghadapi berbagai tekanan tanpa harus ada balas dendam, tinggal tergantung pada pribadi individunya saja.

Penganut agama nasrani, pasti tidak asing lagi istilah “mengasihi walau tidak dikasihi”. Istilah tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan bersumber dari suatu kitab yang disebut “Alkitab”

Alkitab Mengajarkan umat Kristen tentang dua hal penting tentang bagaimana sesorang mampu bertahan untuk tetap memiliki “Kasih” walau mendapat perlakuan kasar :

Memiliki Kasih yang benar kepada Tuhan

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. —Markus 12:30. Dalam ayat ini ada tigal hal penting yang harus dijadikan sebagai acuan dalam mengasihi Tuhan, yakni: mengasihi dengan segenap Jiwa artinya mengasihi Tuhan dengan mengerahkan unsur yang terdapat dalam jiwa seperti perasaan. Kemudian mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi artinya dalam beriman dan dalam menjalankan ajaran Tuhan harus pakai akal budi yang sehat (akal budi mampu membedakan mana yang baik, benar, mampu mempetimbangkan perilaku yang patut dilakukan dan yang tidak), ketiga : dengan segenap kekuatan artinya sebagai umat wajib menggunakan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik dan benar.

Menerapkan Kasih yang Sesuai Standar Firman Tuhan kepada Sesama

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." – Markus 12:31

Bagian kedua ini mengajarkanbagaimana cara menjalani hidup yang mampu mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri sendiri. Tidak egois dan bahkan harus tolong menolong.

Jika seorang umat nasrani memiliki perihal di atas, maka dipastikan ia pasti bisa menjadi pribadi yang saleh dan tabah dalam menghadapi tekanan bahkan tetap memiliki kasih yang mulia di tengah-tengah perlakuan yang kurang bersahabat di sekitar lingkungan yang ada.

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kini, Instagram Stories dapat Dibagikan di Facebook
9 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Platform media sosial yang kini tengah digandrungi adalah Instagram. Beragam kegiatan menyenangkan biasanya dibagikan di Instagram melaui ...
13 Manfaat Brokoli yang Sangat Baik Bagi Kesehatan
21 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Jika Anda penggemar sayur-sayuran, pasti tidak asing dengan sayur yang bernama brokoli, bukan? Memiliki pohon yang kecil, sayuran berwarna hijau ini ternyata ...
Tugas Orangtua, Asah Keterampilan Sosial Anak
8 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Pertumbuhan anak tidak hanya diukur dari kemampuannya dalam bidang akademik seperti kemampuan berhitung, membaca, menulis dll. Ada faktor ...
Sebanyak 1.983.568 Siswa SMA/MA Ujian Nasional Hari ini
9 April 2018, by Zeal
Tampang.com - 1.983.568 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) se Indonesia memulai Ujian Nasional (UN) yang mulai diselenggarakan sejak 9 ...
Apakah Anda Tahu Jika Robot Bisa Meramal Piala Dunia 2018?
23 Juni 2018, by oteli w
Apakah Anda Tahu Jika Robot Bisa Meramal Piala Dunia 2018? Piala dunia 2018 semakin ramai diperbincangkan. Bagaimana tidak, robotpun dipercaya memiliki ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab