Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

2 April 2018 | Dibaca : 534x | Penulis : oteli w

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang orang-orang yang pernah mengalami perlakuan yang tidak baik, namun mereka dapat memaafkan pelaku bahkan mampu menaruh kasih kepada pelaku dan tidak menuntut balas. Pada dasarnya, semua kepercayaan ataupun agama memiliki anjuran untuk memiliki kasih dan tabah dalam menghadapi berbagai tekanan tanpa harus ada balas dendam, tinggal tergantung pada pribadi individunya saja.

Penganut agama nasrani, pasti tidak asing lagi istilah “mengasihi walau tidak dikasihi”. Istilah tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan bersumber dari suatu kitab yang disebut “Alkitab”

Alkitab Mengajarkan umat Kristen tentang dua hal penting tentang bagaimana sesorang mampu bertahan untuk tetap memiliki “Kasih” walau mendapat perlakuan kasar :

Memiliki Kasih yang benar kepada Tuhan

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. —Markus 12:30. Dalam ayat ini ada tigal hal penting yang harus dijadikan sebagai acuan dalam mengasihi Tuhan, yakni: mengasihi dengan segenap Jiwa artinya mengasihi Tuhan dengan mengerahkan unsur yang terdapat dalam jiwa seperti perasaan. Kemudian mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi artinya dalam beriman dan dalam menjalankan ajaran Tuhan harus pakai akal budi yang sehat (akal budi mampu membedakan mana yang baik, benar, mampu mempetimbangkan perilaku yang patut dilakukan dan yang tidak), ketiga : dengan segenap kekuatan artinya sebagai umat wajib menggunakan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik dan benar.

Menerapkan Kasih yang Sesuai Standar Firman Tuhan kepada Sesama

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." – Markus 12:31

Bagian kedua ini mengajarkanbagaimana cara menjalani hidup yang mampu mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri sendiri. Tidak egois dan bahkan harus tolong menolong.

Jika seorang umat nasrani memiliki perihal di atas, maka dipastikan ia pasti bisa menjadi pribadi yang saleh dan tabah dalam menghadapi tekanan bahkan tetap memiliki kasih yang mulia di tengah-tengah perlakuan yang kurang bersahabat di sekitar lingkungan yang ada.

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kemana Orang Habiskan 70%Persen Uangnya ???
14 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kalau sudah ngomong masalah keungan ini membuat sensitive sebagian orang atau mungkin kebanyakan orang ya. Apalagi kalau kita ngongin masalah ...
Baikkah Sikap Diam Ketika Menjalin Hubungan?
19 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Bagi sebagian orang, sikap diam dalam hubungan cinta menjadi hal yang buruk. Hal ini karena ia merasa tak dipedulikan oleh pasangannya. Oleh ...
Ini Alasan Mengapa Kaesang Dilaporkan ke Polisi
6 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Masyakarat yang melaporkan Putra Presiden Jokowi, Kaesang, ke Polres Metro Bekasi Kota bernama Muhammad Hidayat Situmorang. Seperti yang telah ...
Calon Praja IPDN Meninggal Saat Mengikuti Pendidikan Dasar
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Kegiatan Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja (Diksarmendispra) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memakan korban jiwa. Seorang calon praja bernama ...
AKhirnya PT KAI Resmikan Kereta Api Solo Ekspres, Gratiskan Tiket Selama 4 Hari Kedepan
17 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Setelah tertunda selama hampir satu pekan, kereta api (KA) Solo Ekspres yang melayani rute Solo Balapan-Kutoarjo akhirnya diresmikan pada hari ini ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab