Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

2 April 2018 | Dibaca : 306x | Penulis : oteli w

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang orang-orang yang pernah mengalami perlakuan yang tidak baik, namun mereka dapat memaafkan pelaku bahkan mampu menaruh kasih kepada pelaku dan tidak menuntut balas. Pada dasarnya, semua kepercayaan ataupun agama memiliki anjuran untuk memiliki kasih dan tabah dalam menghadapi berbagai tekanan tanpa harus ada balas dendam, tinggal tergantung pada pribadi individunya saja.

Penganut agama nasrani, pasti tidak asing lagi istilah “mengasihi walau tidak dikasihi”. Istilah tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan bersumber dari suatu kitab yang disebut “Alkitab”

Alkitab Mengajarkan umat Kristen tentang dua hal penting tentang bagaimana sesorang mampu bertahan untuk tetap memiliki “Kasih” walau mendapat perlakuan kasar :

Memiliki Kasih yang benar kepada Tuhan

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. —Markus 12:30. Dalam ayat ini ada tigal hal penting yang harus dijadikan sebagai acuan dalam mengasihi Tuhan, yakni: mengasihi dengan segenap Jiwa artinya mengasihi Tuhan dengan mengerahkan unsur yang terdapat dalam jiwa seperti perasaan. Kemudian mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi artinya dalam beriman dan dalam menjalankan ajaran Tuhan harus pakai akal budi yang sehat (akal budi mampu membedakan mana yang baik, benar, mampu mempetimbangkan perilaku yang patut dilakukan dan yang tidak), ketiga : dengan segenap kekuatan artinya sebagai umat wajib menggunakan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik dan benar.

Menerapkan Kasih yang Sesuai Standar Firman Tuhan kepada Sesama

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." – Markus 12:31

Bagian kedua ini mengajarkanbagaimana cara menjalani hidup yang mampu mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri sendiri. Tidak egois dan bahkan harus tolong menolong.

Jika seorang umat nasrani memiliki perihal di atas, maka dipastikan ia pasti bisa menjadi pribadi yang saleh dan tabah dalam menghadapi tekanan bahkan tetap memiliki kasih yang mulia di tengah-tengah perlakuan yang kurang bersahabat di sekitar lingkungan yang ada.

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

ayu dewi
8 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Suasana bahagia sedang dirasakan Ayu Dewi. Setelah menikah pada 16 Juni 2017 dengan Regi Datau, pesenter Tv ini melahirkan anak kedua pada hari ...
Nih Tips Sahur yang Baik Agar Puasa Lancar..
29 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Sebagai umat muslim tentunya kita sedang berbahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Semua umat beragama Islam menyambutnya dengan ...
Ridwan Kamil : Waspadai warga yang Rumahnya selalu Tertutup
28 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Aksi terorisme yang melakukan pemboman di  Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, Rabu ( 24 Mei 2017 ) sekitar pukul 21.00 yang lalu dan ...
Terungkap Misteri Hilangnya Agatha Christie Selama 11 Hari Pada Tahun 1926
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Salah satu misteri legendaris Agatha Christie yang paling membingungkan akhirnya bisa dipecahkan. Terkenal karena menciptakan tokoh fiktif detektif Hercule ...
Menikmati Lembah Terindah Dunia, Lembah Barun, Nepal
29 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Lembah Barun menjadi salah satu destinasi dan tempat yang berharga bagi Nepal. Hal ini karena tempat ini disebut-sebut sebagai lembah terindah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab