Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

2 April 2018 | Dibaca : 156x | Penulis : oteli w

Rahasia di Balik Kemampuan Untuk Dapat Mengasihi Sekalipun Dihina dan Dicurangi

Apakah anda pernah pendengar cerita atau kesaksian dari seseorang tentang orang-orang yang pernah mengalami perlakuan yang tidak baik, namun mereka dapat memaafkan pelaku bahkan mampu menaruh kasih kepada pelaku dan tidak menuntut balas. Pada dasarnya, semua kepercayaan ataupun agama memiliki anjuran untuk memiliki kasih dan tabah dalam menghadapi berbagai tekanan tanpa harus ada balas dendam, tinggal tergantung pada pribadi individunya saja.

Penganut agama nasrani, pasti tidak asing lagi istilah “mengasihi walau tidak dikasihi”. Istilah tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan bersumber dari suatu kitab yang disebut “Alkitab”

Alkitab Mengajarkan umat Kristen tentang dua hal penting tentang bagaimana sesorang mampu bertahan untuk tetap memiliki “Kasih” walau mendapat perlakuan kasar :

Memiliki Kasih yang benar kepada Tuhan

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. —Markus 12:30. Dalam ayat ini ada tigal hal penting yang harus dijadikan sebagai acuan dalam mengasihi Tuhan, yakni: mengasihi dengan segenap Jiwa artinya mengasihi Tuhan dengan mengerahkan unsur yang terdapat dalam jiwa seperti perasaan. Kemudian mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi artinya dalam beriman dan dalam menjalankan ajaran Tuhan harus pakai akal budi yang sehat (akal budi mampu membedakan mana yang baik, benar, mampu mempetimbangkan perilaku yang patut dilakukan dan yang tidak), ketiga : dengan segenap kekuatan artinya sebagai umat wajib menggunakan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk hal-hal yang baik dan benar.

Menerapkan Kasih yang Sesuai Standar Firman Tuhan kepada Sesama

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." – Markus 12:31

Bagian kedua ini mengajarkanbagaimana cara menjalani hidup yang mampu mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri sendiri. Tidak egois dan bahkan harus tolong menolong.

Jika seorang umat nasrani memiliki perihal di atas, maka dipastikan ia pasti bisa menjadi pribadi yang saleh dan tabah dalam menghadapi tekanan bahkan tetap memiliki kasih yang mulia di tengah-tengah perlakuan yang kurang bersahabat di sekitar lingkungan yang ada.

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

7 Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental
31 Maret 2018, by oteli w
Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan asosiasi Dokter Anak AS ( American Academy of Pediatrics) 2011 silam, kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik ...
ikatan dinas
7 Mei 2017, by Tonton Taufik
Mohon diinfokan kepada Siswa dan atau orang tua yg ingin menyekolahkan lanjut putra/i nya berikut Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa, ...
PLN Disjabar Bantu Bangun Jembatan Gantung
4 November 2017, by Admin
Tampang.com. CIAMIS – PT PLN Distribusi Jawa Barat (Disjabar) membantu pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Cisaga dengan ...
Waduh, Pria Asal Jepang Ini Miliki Rambut Setinggi 1,3 Meter
22 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memiliki tatanan rambut yang cocok dan bagus pastinya menjadi harapan setiap orang. Dengan tatanan yang indah dilihat dan cocok untuk pribadi, ...
thomas muller
3 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kemenangan diraih oleh tim Jerman pada final melawan Chile dengan skor 1-0, Senin (3/7/2017) dini hari WIB. Joshua Kimmich, sebagai gelandang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite