Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Pembalap Mercedes Dominasi Formula 1, Juara 1 dan 2 GP Abu Dhabi

Pembalap Mercedes Dominasi Formula 1, Juara 1 dan 2 GP Abu Dhabi

27 November 2017 | Dibaca : 358x | Penulis : Admin

Tampang.com - Mercedes mengakhiri musim Formula 1 2017 dengan dominasi total. Valtteri Bottas menjuarai GP Abu Dhabi setelah memulai balapan dari pole position. Sedangkan rekan satu timnya, juara dunia F1 2017 Lewis Hamilton, mengamankan posisi runner up. 
Ferrari yang berambisi mengakhiri musim dengan kemenangan gagal total menjalankan misinya. Sebastian Vettel tertinggal sangat jauh di posisi ketiga dengan selisih nyaris 20 detik di belakang Bottas. Pembalap Jerman itu menghabiskan sebagian besar balapan dengan melaju “sendirian”.
Bottas melakukan start bagus dan mengamankan posisi terdepan melewati Tikungan 1. Sementara Hamilton yang start dari urutan kedua juga berhasil mempertahankan posisinya. Dengan Hamilton berada tepat di depan Bottas, Vettel kesulitan menjangkau Bottas.
''Di awal, saya berusaha keras untuk merangsek ke depan. Saya melakukan start yang bagus tapi kemudian mengalami lock up (ban terkunci). Setelah 3-4 lap saya tidak bisa melaju lebih cepat lagi,'' jelas Vettel di atas podium. Setelah tertinggal dari dua pembalap Mercedes, Vettel seperti membalap sendiri. Jarak dari Hamilton membentang lebih dari 15 detik. Sementara di belakangnya, Kimi Raikkonen berjarak 25 detik.
Bottas sejatinya masih berharap bisa memburu posisi Vettel di urutan kedua klasemen pembalap saat memulai balapan di Yas Marina tadi malam. Namun kemenangan saja tidaklah cukup. Sebelum GP Abu Dhabi berlangsung jarak poin Vettel dengan Bottas sudah membentang 22 angka. Untuk finis di posisi kedua klasemen, Bottas harus juara dan Vettel finis di luar sembilan besar. Dengan finis ketiga di balapan tadi malam, posisi Vettel tetap kokoh sebagai runner up di klasemen pembalap F1 2017.
''Selamat kepada Valtteri dan Lewis untuk musim ini. Dia pantas mendapatkan gelar juara tahun ini. Saya sebenarnya benci mengatakan ini, tapi dia memang tampil lebih baik. Kami akan melakukan yang terbaik sepanjang musim dingin (pengembangan mobil di jedah antar musim) dan berharap bisa kembali lebih kuat (tahun depan),'' ujar Vettel.
Hamilton sempat mengancam posisi Bottas dua kali. Pertama ketika keluar pit stop. Hamilton yang melakukan pit stop satu lap setelah Bottas (Lap 24) berusaha melakukan undercut karena sempat unggul 19 detik. Namun ketika kembali ke lintasan, Bottas berhasil melaju di depannya dengan selisih sangat tipis.
Setelah mengganti ban dari ultrasoft ke supersoft. Sebenarnya pace Hamilton lebih baik ketimbang Bottas. Terutama di sektor kedua. Pada sektor tersebut Bottas bisa kehilangan 0,4-0,6 detik. Dia kemudian mampu melepaskan diri lagi dengan memanfaatkan keunggulannya di Sektor 1 dan 3. Hamilton punya stabilitas pengereman lebih baik.
Namun saat berusaha mengejar Hamilton sempat mengalami lock up ban kanan depan di Tikungan 17 Lap 31. Pada Lap 49 jarak Hamilton sempat menyempit hingga 0,342 detik. Jarak yang sebenarnya masuk dalam jangkauan DRS. Namun pace Bottas terus membaik di bagian akhir lomba. Hingga akhirnya finis 3,899 detik di belakang Bottas. ''Sangat sulit untuk menyalip di sini. Saya merasa sama seperti para pembalap yang terjebak di belakang. Mereka (pengelola sirkuit) harus mengubah lay out trek ini,'' selorohnya. .  
Ini menjadi kemenangan ketiga Bottas di musim debutnya bersama Mercedes tahun ini. Kemenangan sebelumnya diraihnya di GP Rusia dan Austria. Bottas mengakhiri musim 2017 di posisi ketiga dengan raihan 305 poin, berselilih 12 poin di belakang Vettel. Meski targetnya adalah finis kedua di klasemen pembalap, Bottas telah menunjukkan performa terbaiknya bersama Mercedes di musim debutnya. 
''Sangat penting bisa menang di sini, mengingat saya mengalami kesulitan di sepanjang paro kedua musim. Bekerja keras untuk melakukan perbaikan semua bidang menuai buahnya hari ini. Akhir pekan ini, saya tidak bisa lebih bahagia dari ini, setelah menutup musim 2017 dengan kemenangan,'' ucapnya.
Musim F1 berakhir di Abu Dhabi. Jeda panjang musim dingin akan berlangsung hingga tahun depan. Tapi ada banyak perubahan yang sudah diumumkan pada seri terakhir kemarin. Misalnya logo baru F1. Logo yang lebih sederhana dengan dominasi warna merah itu menggantikan logo legendari F1 sebelumnya. Liberty seperti ingin menghapus legacy Bernie Ecclestone di Formula 1. 
Kemudian Pirelli telah mengumumkan dua kompon baru untuk ban musim depan. Yaitu hypersoft dengan pelilpit warna pink dan superhard dengan ciri warna oranye. Selain itu, mobil F1 2018 untuk pertama kalinya bakal menggunakan pelindung kokpit berbentukan halo. Plus dihilangkannya shark fin alias “sirip hiu” di atas penutup mesin. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Superman minta Pelatih Persiter Ternate Mundur
18 November 2017, by Admin
TERNATE – Keputusan ketua umum Persiter Ternate untuk mempertahankan pelatih Liga 3, Alfian Rivai tetap tidak diterima oleh Suporter Persiter Mania ...
Membuat Pesawat Terbang Lebih Efisien dan Aerodinamis
24 Juli 2018, by Maman Soleman
Perkembangan efisiensi bahan bakar pesawat terbang sepuluh tahun terakhir cukup tinggi. Efisiensi juga terdapat pada bentuk badan dan sayap pesawat terbang ...
U.N., Myanmar Menandatangani Perjanjian untuk Mengembalikan Pengungsi Rohingya
7 Juni 2018, by Slesta
Myanmar dan PBB menandatangani perjanjian Rabu untuk mulai memulangkan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari negara itu selama tindakan keras ...
Kedatangan Ronaldo ke Juventus Disambut Hangat Oleh Publik Turin, Ini Jadwal Perkenalannya ke Publik
11 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Cristiano Ronaldo telah resmi bergabung ke Juventus, kabar tersebut langsung disampaikan oleh Real Madrid melalui situs resminya pada Selasa ...
Ibu, Mungkin Ini Penyebab Anak Tidak Mau Makan
14 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Anak yang sulit untuk makan mungkin menjadi salah satu masalah yang dialami orang tua. Biasanya, orangtua memaksakan anak mereka untuk makan, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab