Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Meski Gandeng Fox, Film Wiro Sableng Tetap 100 Persen Indonesia

Meski Gandeng Fox, Film Wiro Sableng Tetap 100 Persen Indonesia

17 April 2018 | Dibaca : 952x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Siapa yang tidak pernah dengar film Wiro Sableng? Salah satu film Indonesia yang melegenda. Kini film tersebut akan dibuat versi barunya namun alur ceritanya tetap sama dengan film yang jaman dulu. Dikabarkan film Wiro Sableng sudah selesai tahap syuting. Kini tim pascaproduksi untuk melakukan pengeditan dan segala proses lainnya hingga bisa tayang pada September mendatang.

Produser film Wiro Sableng Sheila Timothy mengatakan meski mereka menggandeng Fox International Productions yang merupakan group 20th Century  Fox Film Corporation, namun pada proses penggarapannya digarap oleh orang-orang Indonesia baik mulai produksi hingga pascaproduksi. Sheila pun percaya bahkan bisa membuat Fox terpukau

"Mereka terkesima dengan apa yang kami buat dan profesionalisme kami. Mereka salut ketika kami melaporkan jadwal produksi dan lain-lain," ujar Lala, sapaan akrab Sheila Timothy.

Kemudian sang produser menegaskan kepada tim produksi agar mereka bangga dengan pembuatan film Wiro Sableng. Bangga bukan karena menggandeng Fox tapi karena mereka mampu berkarya hingga dilirik pihak asing, dan itu sebuah terobosan baru dalam perfilman Indonesia. Dapat diartikan bahwa talenta anak Indonesia tak kalah saing dengan Barat.

Lala pun mengaku sampai saat ini secara keseluruhan film Wiro Sableng yang akan tayang pada bulan September 2018 tersebut sudah mencapai 80 persen.

"Tahap edit yang termasuk dalam pascaproduksi sudah kita cicil saat syuting. Jadi bulan Januari sampai Maret kami lebih edit untuk menyamakan cerita serta struktur. Selain itu juga bolak-balik ke FIP," kata Lala.

Untuk teknologi CGI, tim produksi Wiro Sableng memiliki alur kerja khusus. Tim efek visual dikepalai oleh Budi Baihaqi yang memimpin 60 seniman efek visual dari berbagai perusahaan. Setiap gambar akan diberi efek studio berbagai daerah seperti Solo, Bandung, Depok, dan lainnya. Semua gambar tersebut nantinya akan dikumpulkan jadi satu.

"Seniman efek visual ini sudah terlibat sejak Maret 2017," kata Lala.

 Meski film yang dibintangai oleh Vino Sebastian tersebut bekerja sama dengan Fox tetapi di antara keduanya tidak ada yang lebih superior. Lal mengaku masing-masing memiliki peran 50:50

Film yang dibintangi Vino Bastian itu merupakan film pertama kerja sama rumah produksi Indonesia LifeLike Pictures dengan Fox. Dalam kerjasama itu, tidak ada yang lebih superior karena antara Fox dan LifeLike Pictures masing-masing memiliki andil 50:50.

Keseriusan dalam pembuatan film ini terbukti dari kesiapan Presiden FIP Tomas Jegeus yang mengatakan bahwa pihaknya siap mengeluarkan uang berapapun yang dibutuhkan. Lala sempat mengatakan bahwa sementara biaya produksi film tersebut mencapai US$2 juta atau sekitar Rp 26,6 miliar.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah Alasan Kenapa Kamu Ingin Makan Terus!
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Bagaimana jika Anda terus-menerus ingin mengunyah sesuatu? Pertama, Anda perlu memahami mengapa Anda lapar dan apakah Anda benar-benar lapar sama ...
Ridwan Kamil : Orasi di Tasikmalaya dapat Nasi Tumpeng dan Semur Jengkol
3 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam kegiatan kampanye nya, pasangan Rindu atau Ridwan Kamil – UU berkunjung ke DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kunjungannya ...
Tunggal Putra Indonesia Berhenti di Babak Awal Hongkong Open 2017
23 November 2017, by Admin
Tampang.com  - Dua tunggal putra pelatnas, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting akhirnya harus melupakan kesempatan tampil di Super Series (SS) ...
eden hazard
6 Juni 2017, by Tonton Taufik
Eden Hazard, pemain bintang Chelsea, bersumpah akan kembali kuat setelah melakukan operasi pergelangan kaki. Cedera ini didapat pada saat melakukan persiapan ...
Ilmuwan Mengumpulkan Virus Horsepox Yang Telah Punah, Meningkatkan Masalah Keamanan Hayati
13 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Ilmuwan laboratorium di Kanada di University of Alberta telah menyintesiskan horsepox, kerabat yang masih hidup dari virus cacar, menggunakan segmen DNA ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab