Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
media australia

Mengkritisi Media Australia yang Menyebutkan Ahok Gubernur Terbaik

21 April 2017 | Dibaca : 3274x | Penulis : Tonton Taufik

Tampang.com - Ajang pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta sudah selesai. Jakarta menjadi perhatian dunia, karena petahana gubernur yang menistakan agama Islam, menyatakan "Dibohongin pakai Al Maidah 51", yang menyakiti umat Islam di seluruh dunia. Hal itu menunjukkan kekesalan seorang nasrani yang memprotes kitab suci agama lain, karena ada ayat yang menyatakan tentang tata cara memilih pemimpin. Di Al Quran bukan hanya soal pemilihan pemimpin, tetapi juga ada cara makan, minum, berperang, tidur, menghadapi orang tua, dan segala macam permasalahan tentang hidup di dunia. Jadi jika ada orang yang bilang Al Quran itu bohong, pasti semua umat islam menjadi kesel.

Berbeda dengan media Australia yang menyebutkan Ahok adalah gubernur Jakarta yang terbaik selama ini. Negara lain yang kecewa dengan kekalahan Ahok dan Djarot dalam pilgub masih berusaha membuat opini positif, padahal bukan hanya masalah penistaan agama yang jadi masalah.

Ahok sering membuat pernyataan yang membuat umat Islam berpikir, bahwa Ahok anti Islam, dengan menyebutkan "Bir itu Halal", "Lebih baik ke pelacuran daripada selingkuh", "Kalau mau selingkuh pakai kondom" dan lain-lain.

Masalah reklamasi, yang menunjukkan pro konglomerat, sangat terlihat. Kondominium di pulau reklamasi itu akan dijual ke warga negara RRC, dan sehingga bisa menjadi warga negara Indonesia, yang berguna untuk mendukung etnis tionghoa menjadi pemimpin di Indonesia. Sungguh rencana yang busuk.

Ahok melakukan transaksi yang mencurikan sebagai korupsi di transaksi pembelian RS Sumber Waras, yang dilakukan pada malam hari di tanggal 31 Desember, dalam jumlah ratusan milyar. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Nelayan pun dipastikan tidak mendapat manfaat dari pulau reklamasi tersebut, karena sudah tidak ada lautnya.

Media Australia hanya menyebutkan kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno hanya menang dengan perolehan suara 51.93%, sedangkan kenyataannya mencapai hampir 58%, bisa dianggap Anies-Sandi menang telak terhadap pasangan Ahok-Djarot yang hanya mencapai 42%.

Media Australia menyebutkan ada calo kekuasaan politik yang mengerakkan ormas Islam, sungguh pernyataan yang tidak berdasar. Kesalahan utama dari kekalahan Ahok-Djarot yaitu dari pribadinya Ahok sendiri, yang memperlihatkan kemarahan ke semua orang, tidak bisa mengontrol emosi, berbicara kasar dan selalu menyinggung umat islam dengan Al Maidah di Al Quran.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hernia Menyerang Siapa Saja, Kenali Penyebab dan Gejala Hernia!
29 Juli 2018, by Maman Soleman
Tak ada orang yang ingin menderita hernia. Akan tetapi jika sudah terkena dan sedemikian berbahaya serta mengganggu, tindakan operasi tak bisa dihindarkan. ...
Kini, Bencana Longsor Mampu Diprediksi Oleh Satelit
7 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Longsor memang bencana alam yang sulit untuk diprediksi. Setiap kejadian longsor mengakibatkan kerusakan bahkan kematian. Indonesia sendiri ...
Tips Tampil Cantik Tanpa Make Up
5 Juli 2018, by oteli w
Tips Tampil Cantik Tanpa Make Up      Saat ini makeup sudah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar wanita untuk membantu ...
Hasil Penelitian: Radiasi Smartphone Ternyata Tak Bahayakan Otak
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Beberapa tahun belakangan, tersiar kabar bahwa radiasi pada smartphone dapat membahayakan otak kita. Tentunya hal ini menjadi suatu hal yang ...
Obat Rumahan yang Aman digunakan Sebagai Pengganti Obat Kumur
23 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Obat kumur banyak digunakan untuk mengatasi masalah bau mulut. Namun ternyata obat kumur bisa meningkatkan risiko diabetes. Sebuah penelitian ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab