Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
dataran tinggi andes

Manusia Ini Hidup di Ketinggian 12.000 Kaki

3 Juli 2017 | Dibaca : 848x | Penulis : Rio Nur Arifin

Peneliti menyebutnya sebagai salah satu "batas terakhir kolonisasi manusia": elevasi  yang sangat tinggi dimana oksigen jarang dan suhu sedingin es. Kini penelitian dari dataran tinggi Andes di Amerika Selatan menunjukkan bahwa manusia yang menerjang kondisi seperti itu lebih dari 7.000 tahun yang lalu melakukannya dengan cara yang mengesankan sepanjang tahun. Seperti yang dinyatakan dalam siaran pers, penelitian sebelumnya membuktikan adanya pemburu dan pengumpul di dataran tinggi Peru selatan yang bahkan lebih tinggi pada 9.000 tahun yang lalu, namun ada banyak perdebatan mengenai apakah pendudukan mereka di daerah tersebut bersifat musiman atau menetap. Sebuah tim yang dipimpin oleh periset University of Wyoming mulai menjawab pertanyaan tersebut dengan menggali situs di Peru pada 12.500 kaki di atas permukaan laut. Itu lebih dari dua kali lebih tinggi dari Denver, dan begitu tinggi sehingga peneliti utama Randy Haas mengatakan bahwa dia melihat orang-orang jatuh pingsan setelah melakukan pendaratan di bandara setempat.

Tim tersebut menemukan sisa-sisa 16 orang bersama dengan sekitar 80.000 artefak dan kemudian melihat faktor-faktor ini: isotop oksigen dan karbon di tulang-tulang manusia, demografi tulang-tulang tersebut, jarak tempuh ke daerah dengan elevasi rendah. Hasilnya merupakan "dukungan empiris terkuat sampai saat ini untuk pekerjaan tetap" di sana, menurut penelitian yang dipublikasikan di Royal Society Open Science: tulang-tulang tersebut mengungkapkan nilai-nilai isotop oksigen yang rendah dan karbon yang tinggi, mengungkapkan bahwa orang-orang ini melakukan pekerjaan tetap disana. Terlebih bahwa waktu tempuh ke zona elevasi rendah terlalu lama untuk dilakukan secara musiman. Lebih lanjut, bahwa ternyata perempuan dan anak-anak adalah bagian dari kelompok tersebut yang bermigrasi dari ketinggian rendah dan alat mereka hampir secara eksklusif dibuat dengan batu yang ditemukan di dataran tinggi.

 

Sumber: newser.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

eden hazard
6 Juni 2017, by Tonton Taufik
Eden Hazard, pemain bintang Chelsea, bersumpah akan kembali kuat setelah melakukan operasi pergelangan kaki. Cedera ini didapat pada saat melakukan persiapan ...
10 Tanda Ini Tandakan Kalau Tingkat Stressmu Sudah Tak Dapat Terkontrol
24 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Gejala stress memang menjadi suatu hal yang tak dapat dihindari bagi semua orang. Paling umum, kamu dapat merasakan stress di tempat ...
Mantan Punggawa Arsenal Punya Firasat Buruk Tentang Alexis Sanchez
7 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Charlie Nicholas mengaku merasa Alexis Sanchez saat ini tengah mencoba mendorong klub-klub lain agar segera mengajukan penawaran pada Arsenal untuk memboyong ...
Ini Cara Cepat dan Mudah Atasi Stress yang Melanda Kamu
30 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Disaat tengah sibuk-sibuknya mengerjakan tugas yang menumpuk pastinya tak akan ada waktu untuk yang namanya rehat untuk mengusir stress yang ...
Manajemen Persib masih kasih Kesempatan buat Carlton Cole
26 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Performa buruk yang selama ini ditunjukkan oleh mantan penyerang West Ham United, Carlton Cole dalam skuad Persib Bandung, menjadikan manajemen ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab