Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Makan Lemak, Memperpanjang Usia?

Makan Lemak, Memperpanjang Usia?

2 Oktober 2017 | Dibaca : 403x | Penulis : Rio Nur Arifin

Karena lebih banyak orang hidup di usia 80an dan 90an, para periset telah menyelidiki masalah kesehatan dan kualitas hidup selama penuaan. Sebuah studi tikus baru-baru ini di UC Davis School of Veterinary Medicine menyoroti pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menunjukkan bahwa diet tinggi lemak, atau ketogenik, tidak hanya meningkatkan umur panjang tetapi juga meningkatkan kekuatan fisik.

Ramsey telah menghabiskan 20 tahun terakhir untuk melihat mekanika yang menyebabkan penuaan, merupakan faktor yang berkontribusi terhadap sebagian besar penyakit utama yang mempengaruhi hewan pengerat dan manusia. Sementara pembatasan kalori telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian untuk memperlambat penuaan pada banyak hewan, Ramsey tertarik pada bagaimana diet tinggi lemak dapat mempengaruhi proses penuaan.

Diet ketogenik telah mendapatkan popularitas untuk berbagai klaim manfaat kesehatan, namun para ilmuwan masih meneliti apa yang terjadi selama ketosis, ketika asupan karbohidrat sangat rendah sehingga tubuh bergeser dari penggunaan glukosa sebagai sumber bahan bakar utama untuk membakar lemak dan menghasilkan keton untuk energi. .

"Kami merancang diet untuk tidak fokus pada penurunan berat badan, tapi untuk melihat metabolisme," kata Ramsey. "Apa hubungannya dengan penuaan?"

Selain meningkatkan secara signifikan rentang hidup rata-rata tikus percobaan dalam penelitian ini, diet ketogenik meningkatkan daya ingat dan fungsi motorik (kekuatan dan koordinasi), dan mencegah peningkatan penanda peradangan terkait usia. Itu juga berdampak pada kejadian tumor.

"Dalam kasus ini, banyak hal yang kita lihat tidak jauh berbeda dengan manusia," kata Ramsey. "Pada tingkat yang mendasar, manusia mengikuti perubahan yang sama dan mengalami penurunan fungsi keseluruhan organ selama penuaan. Studi ini menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat memiliki dampak besar pada rentang hidup dan kesehatan tanpa penurunan berat badan atau pembatasan asupan. membuka jalan baru untuk kemungkinan intervensi diet yang berdampak pada penuaan. "

Sebuah studi pendamping yang diterbitkan oleh Buck Institute for Research on Aging dalam edisi yang sama dengan Cell Metabolism menunjukkan bahwa diet ketogenik memperpanjang umur panjang dan meningkatkan daya ingat pada tikus yang sudah menua.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sungai Tersembunyi di Bawah Es Antartika
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Antartika dari Rice University telah menemukan suatu ironi di alam: di benua terkering dan terdingin di Bumi, di mana air permukaan jarang ditemukan, ...
gatot nurmantyo
30 September 2017, by Gatot Swandito
Selasa, 26 September 2017, Gatot Nurmantyo sudah menyampaikan laporan “intelijennya” mengenai rencana pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi ...
Undang Jokowi ke Rapimnas? Apakah Demokrat Usung Jokowi?
6 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam menghadapi Pilpres 2019 nanti, Partai Demokrat akan mempersiapkan calon yang akan diusung sebagai presiden 2019. Hal tersebut akan ...
Studi: Perut Besar Buruk untuk Jantung Anda Meskipun Bukan Obesitas
21 April 2018, by Slesta
Bahkan jika Anda tidak gemuk, terlalu banyak lemak perut dapat membahayakan ticker Anda, para peneliti melaporkan. "Orang dengan berat badan normal ...
BUMN
4 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Pengusaha mengeluhkan bahwa BUMN terlalu banyak mengambil peran dalam menggarap proyek-proyek pemerintah. Peran yang terlalu besar diambil oleh perusahaan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab