Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Makan Lemak, Memperpanjang Usia?

Makan Lemak, Memperpanjang Usia?

2 Oktober 2017 | Dibaca : 487x | Penulis : Rio Nur Arifin

Karena lebih banyak orang hidup di usia 80an dan 90an, para periset telah menyelidiki masalah kesehatan dan kualitas hidup selama penuaan. Sebuah studi tikus baru-baru ini di UC Davis School of Veterinary Medicine menyoroti pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menunjukkan bahwa diet tinggi lemak, atau ketogenik, tidak hanya meningkatkan umur panjang tetapi juga meningkatkan kekuatan fisik.

Ramsey telah menghabiskan 20 tahun terakhir untuk melihat mekanika yang menyebabkan penuaan, merupakan faktor yang berkontribusi terhadap sebagian besar penyakit utama yang mempengaruhi hewan pengerat dan manusia. Sementara pembatasan kalori telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian untuk memperlambat penuaan pada banyak hewan, Ramsey tertarik pada bagaimana diet tinggi lemak dapat mempengaruhi proses penuaan.

Diet ketogenik telah mendapatkan popularitas untuk berbagai klaim manfaat kesehatan, namun para ilmuwan masih meneliti apa yang terjadi selama ketosis, ketika asupan karbohidrat sangat rendah sehingga tubuh bergeser dari penggunaan glukosa sebagai sumber bahan bakar utama untuk membakar lemak dan menghasilkan keton untuk energi. .

"Kami merancang diet untuk tidak fokus pada penurunan berat badan, tapi untuk melihat metabolisme," kata Ramsey. "Apa hubungannya dengan penuaan?"

Selain meningkatkan secara signifikan rentang hidup rata-rata tikus percobaan dalam penelitian ini, diet ketogenik meningkatkan daya ingat dan fungsi motorik (kekuatan dan koordinasi), dan mencegah peningkatan penanda peradangan terkait usia. Itu juga berdampak pada kejadian tumor.

"Dalam kasus ini, banyak hal yang kita lihat tidak jauh berbeda dengan manusia," kata Ramsey. "Pada tingkat yang mendasar, manusia mengikuti perubahan yang sama dan mengalami penurunan fungsi keseluruhan organ selama penuaan. Studi ini menunjukkan bahwa diet ketogenik dapat memiliki dampak besar pada rentang hidup dan kesehatan tanpa penurunan berat badan atau pembatasan asupan. membuka jalan baru untuk kemungkinan intervensi diet yang berdampak pada penuaan. "

Sebuah studi pendamping yang diterbitkan oleh Buck Institute for Research on Aging dalam edisi yang sama dengan Cell Metabolism menunjukkan bahwa diet ketogenik memperpanjang umur panjang dan meningkatkan daya ingat pada tikus yang sudah menua.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mantan Kekasih Ruben Onshu Akhirnya Resmi Menikah
12 Agustus 2017, by Rachmiamy
Mantan kekasih Ruben Onsu, Sheza Idris akhirnya resmi menjadi istri Surya Ibrahim. Mereka berdua melangsungkan pernikahan pada Sabtu, 12 Agustus 2017 di ...
rokok
11 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Memang, warna yang sering kita pakai akan membuat penilaian orang berbeda-beda. Beberapa warna akan membuat kita menjadi kurang menarik begitu ...
Andrea Iannone Percaya Diri Bisa Memberikan Hasil Yang Lebih Baik Untuk Tim Suzuki Ecstar di MotoGP 2018
5 Januari 2018, by Rachmiamy
Pembalap MotoGP asal Italia yang bergabung dengan tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone mendapat hasil yang kurang memuaskan di MotoGP 2017. Iannone hanya mampu ...
ilaria dzulfikar
25 April 2017, by Tonton Taufik
Seorang warga negara asing dari Italia, jauh-jauh telah datang ke Indonesia, untuk bertemu dan menikah dengan Dzulfikar di Batang, Jawa Tengah. Ilaria nama ...
Sayuran lebih sehat dikukus atau direbus?
30 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Kita tahu bahwa mengkonsumsi sayuran merupakan kebiasaan yang baik bagi kesehatan, namun sebelum itu kita harus memasaknya terlebih dahulu agar kuman ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab