Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Konsumsi  Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

Konsumsi Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

13 September 2017 | Dibaca : 686x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Mitos terhadap kesehatan mendorong permintaan pasar ekspor sirip hiu.. Bagian tubuh hiu terutama sirip, kulit, daging, minyak hati dan tulang rawan jadi komoditas perdagangan ilegal.

Menurut penelitian oleh Deborah Mash, Profesor of Neurology di University of Miami, Amerika Serikat, mengkonsumsi sirip dan otot hiu justru menyebabkan penyakit saraf bagi manusia. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap sirip dan sampel jaringan otot dari 10 spesies hiu. Hasilnya menunjukkan, terdapat dua racun yakni merkuri dan beta-N-metilamino-L-alanin (BMAA), yang dapat menimbulkan penyakit. 
Orang-orang Cina, Korea hingga Jepang sangat percaya sirip hiu mujarab untuk memberikan daya tahan seksual, merawat kulit, menambah energi, mencegah penyakit jantung serta menurunkan kolesterol. Padahal beberapa penelitian mengungkapkan hal sebaliknya.


Bagi ibu hamil, merkuri dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan perkembangan janin. Bagi orang dewasa, merkuri juga dapat mengganggu sistem saraf yang berdampak pada kemampuan kognitif, memori, bahasa dan motorik. Selain itu, merkuri juga dapat mengganggu fungsi hati, ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, ikan hiu juga hanya akan memangsa ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Hal ini sangat penting karena ikan yang sakit dapat menularkan penyakit yang akan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Sebagai predator, hiu akan mencegah menyebarnya penyakit kepada ikan-ikan yang lain di dalam populasi. Dengan manfaat yang strategis ini tak ada lagi alasan untuk membiarkan hiu jadi sasaran para pemburu, pemerintah memang sudah bertindak.
 

Kenyataan soal dampak negatif bagi kesehatan ini malah terabaikan, kegiatan perdagangan sirip hiu di dalam negeri hingga ekspor tak terbendung dan mengancam kelestarian hiu. Dipacak dari Antara, seorang peneliti Adrianus Sembiring melakukan riset pada 2015 lalu, terhadap 582 sampel sirip hiu yang berasal dari Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua Barat. Hasilnya, dari 92 persen hiu yang diburu itu adalah jenis hiu yang terancam punah. 
 

Baca juga : Ikan Hiu Terancam Punah ….Karena Banyaknya Perburuan


 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tata Cara Tidur Agar Jadi Ibadah Saat Bulan Ramadhan
5 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Tidur saat puasa termasuk ibadah. Tapi bukan hanya tidur saja melainkan ada ketentuannya yang menjadikannya ibadah. Aktivitas mengistirahatkan ...
Hati-hati, Manusia "Pemakan Bangkai" Kadang Ada di Sekitar Kita!
13 September 2017, by Zeal
Kali ini saya akan mencoba mengupas manusia Pemakan Bangkai. Jika kita telah mengetahui bahwa yang suka memakan bangkai manusia adalah burung pemakan bangkai, ...
https://www.google.co.id/search?biw=1289&bih=846&tbm=isch&sa=1&ei=StlAWv-jBoftvgS4s4zACw&q=pencurian+pakaian+di+depok&oq=pencurian+pakaian+di+depok&gs_l=psy-ab.3...8001.959
25 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Tindakan kriminal seakan tidak pernah ada habisnya di Indonesia khususnya di kota-kota besar. Seperti yang terjadi pada Minggu (24/12/2017) dini hari di Depok, ...
leo varadkar
15 Juni 2017, by Tonton Taufik
Iralndia Utara akan memiliki Perdana Menteri baru seorang gay. Leo Varadkar, 38 tahun, akan menjadi pemimpin di Irlandia Utara yang paling muda selama ...
Jarang Mandi Ternyata Baik Bagi Kesehatan, Ini Buktinya
10 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kebersihan badan, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mandi. Dengan mandi, tubuh akan terasa lebih segar dan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman