Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Konsumsi  Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

Konsumsi Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

13 September 2017 | Dibaca : 1994x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Mitos terhadap kesehatan mendorong permintaan pasar ekspor sirip hiu.. Bagian tubuh hiu terutama sirip, kulit, daging, minyak hati dan tulang rawan jadi komoditas perdagangan ilegal.

Menurut penelitian oleh Deborah Mash, Profesor of Neurology di University of Miami, Amerika Serikat, mengkonsumsi sirip dan otot hiu justru menyebabkan penyakit saraf bagi manusia. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap sirip dan sampel jaringan otot dari 10 spesies hiu. Hasilnya menunjukkan, terdapat dua racun yakni merkuri dan beta-N-metilamino-L-alanin (BMAA), yang dapat menimbulkan penyakit. 
Orang-orang Cina, Korea hingga Jepang sangat percaya sirip hiu mujarab untuk memberikan daya tahan seksual, merawat kulit, menambah energi, mencegah penyakit jantung serta menurunkan kolesterol. Padahal beberapa penelitian mengungkapkan hal sebaliknya.


Bagi ibu hamil, merkuri dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan perkembangan janin. Bagi orang dewasa, merkuri juga dapat mengganggu sistem saraf yang berdampak pada kemampuan kognitif, memori, bahasa dan motorik. Selain itu, merkuri juga dapat mengganggu fungsi hati, ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, ikan hiu juga hanya akan memangsa ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Hal ini sangat penting karena ikan yang sakit dapat menularkan penyakit yang akan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Sebagai predator, hiu akan mencegah menyebarnya penyakit kepada ikan-ikan yang lain di dalam populasi. Dengan manfaat yang strategis ini tak ada lagi alasan untuk membiarkan hiu jadi sasaran para pemburu, pemerintah memang sudah bertindak.
 

Kenyataan soal dampak negatif bagi kesehatan ini malah terabaikan, kegiatan perdagangan sirip hiu di dalam negeri hingga ekspor tak terbendung dan mengancam kelestarian hiu. Dipacak dari Antara, seorang peneliti Adrianus Sembiring melakukan riset pada 2015 lalu, terhadap 582 sampel sirip hiu yang berasal dari Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua Barat. Hasilnya, dari 92 persen hiu yang diburu itu adalah jenis hiu yang terancam punah. 
 

Baca juga : Ikan Hiu Terancam Punah ….Karena Banyaknya Perburuan


 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hati-Hati! Kebiasaan Simpan Dompet di Bagian Belakang Celana Ternyata Berbahaya
17 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Biasanya, ketika bepergian kaum pria menyimpan dompet pada saku celana belakang. Terkesan tak ada salahnya mengenai hal itu. Namun, ternyata hal ...
Keren, Perancang Furnitur Ini Miliki Studio yang Anti-Mainstream
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Fernando Abellanas adalah perancang perabotan rumah tangga yang memiliki kreativitas luar biasa. Tak hanya hasil rancangannya saja yang keren, ...
Cristiano Ronaldo Masih Kokoh Sebagai Top Skor Sementara Piala Dunia 2018
23 Juni 2018, by oteli w
Cristiano Ronaldo Masih Kokoh Sebagai Top Skor Sementara Piala Dunia 2018 STRIKER Tim Nasional (Timnas) Portugal, Cristiano Ronaldo, kembali kokoh ...
Karangresik, Objek Wisata di Tasikmalaya yang Instagramable Banget
15 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Diawal tahun ini rasanya akan sangat pas jika kita menghabiskan waktu bersama sanak saudara atau teman teman ketempat wisata yang menyegarkan. ...
Mengurangi Stres dengan Mindfulness
8 Oktober 2017, by Dika Mustika
Stres! Hectic! Parah! Banyak kata-kata bernada negatif yang sering muncul di dunia kerja saat ini. “Dokumen setumpuk gini, mana bisa beres? Tenggatnya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview