Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Konsumsi  Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

Konsumsi Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

13 September 2017 | Dibaca : 179x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Mitos terhadap kesehatan mendorong permintaan pasar ekspor sirip hiu.. Bagian tubuh hiu terutama sirip, kulit, daging, minyak hati dan tulang rawan jadi komoditas perdagangan ilegal.

Menurut penelitian oleh Deborah Mash, Profesor of Neurology di University of Miami, Amerika Serikat, mengkonsumsi sirip dan otot hiu justru menyebabkan penyakit saraf bagi manusia. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap sirip dan sampel jaringan otot dari 10 spesies hiu. Hasilnya menunjukkan, terdapat dua racun yakni merkuri dan beta-N-metilamino-L-alanin (BMAA), yang dapat menimbulkan penyakit. 
Orang-orang Cina, Korea hingga Jepang sangat percaya sirip hiu mujarab untuk memberikan daya tahan seksual, merawat kulit, menambah energi, mencegah penyakit jantung serta menurunkan kolesterol. Padahal beberapa penelitian mengungkapkan hal sebaliknya.


Bagi ibu hamil, merkuri dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan perkembangan janin. Bagi orang dewasa, merkuri juga dapat mengganggu sistem saraf yang berdampak pada kemampuan kognitif, memori, bahasa dan motorik. Selain itu, merkuri juga dapat mengganggu fungsi hati, ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, ikan hiu juga hanya akan memangsa ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Hal ini sangat penting karena ikan yang sakit dapat menularkan penyakit yang akan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Sebagai predator, hiu akan mencegah menyebarnya penyakit kepada ikan-ikan yang lain di dalam populasi. Dengan manfaat yang strategis ini tak ada lagi alasan untuk membiarkan hiu jadi sasaran para pemburu, pemerintah memang sudah bertindak.
 

Kenyataan soal dampak negatif bagi kesehatan ini malah terabaikan, kegiatan perdagangan sirip hiu di dalam negeri hingga ekspor tak terbendung dan mengancam kelestarian hiu. Dipacak dari Antara, seorang peneliti Adrianus Sembiring melakukan riset pada 2015 lalu, terhadap 582 sampel sirip hiu yang berasal dari Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua Barat. Hasilnya, dari 92 persen hiu yang diburu itu adalah jenis hiu yang terancam punah. 
 

Baca juga : Ikan Hiu Terancam Punah ….Karena Banyaknya Perburuan


 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cano Cristales, Sungai dengan Pesona Air 5 Warna
31 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sungai yang berada di Kolombia ini memang memiliki pesona yang berbeda dibandingkan sungai-sungai lainnya. Keunikan dari sungai ini berada pada ...
Kenaikan UMP tidak Pengaruhi Gaji Tenaga Honorer
3 November 2017, by Admin
Tampang.com – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Utara (Kaltara) 2018 sebesar 8,71 persen dari UMP 2017 diharapkan menjadi dasar kenaikan ...
Aktivis AMPERA Dorong Cak Imin jadi Wapres 2019
3 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Organisasi Angkatan Pemuda Pengawal Reformasi ( AMPERA ) mendorong atau memberikan dukungan kepada Ketua Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ), Muhaimin Iskandar ...
Flu Shot Kunci Untuk Penderita Diabetes
11 Oktober 2017, by Slesta
Dengan prediksi yang menyerukan musim flu yang berpotensi buruk tahun ini, dokter mendesak orang - terutama mereka yang menderita diabetes - untuk mendapatkan ...
Ronaldo Kalah Banyak dalam Cetak Gol untuk Negaranya di Bandingkan Orang Hungaria
15 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Cristiano Ronaldo jadi pahlawan Real Madrid saat tumbangkan Juventus di Liga Champions tahun ini dan menjadikan Real Madrid klub pertama yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview