Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Konsumsi  Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

Konsumsi Ikan Hiu dan Pengaruh untuk Tubuh Kita

13 September 2017 | Dibaca : 361x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Mitos terhadap kesehatan mendorong permintaan pasar ekspor sirip hiu.. Bagian tubuh hiu terutama sirip, kulit, daging, minyak hati dan tulang rawan jadi komoditas perdagangan ilegal.

Menurut penelitian oleh Deborah Mash, Profesor of Neurology di University of Miami, Amerika Serikat, mengkonsumsi sirip dan otot hiu justru menyebabkan penyakit saraf bagi manusia. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap sirip dan sampel jaringan otot dari 10 spesies hiu. Hasilnya menunjukkan, terdapat dua racun yakni merkuri dan beta-N-metilamino-L-alanin (BMAA), yang dapat menimbulkan penyakit. 
Orang-orang Cina, Korea hingga Jepang sangat percaya sirip hiu mujarab untuk memberikan daya tahan seksual, merawat kulit, menambah energi, mencegah penyakit jantung serta menurunkan kolesterol. Padahal beberapa penelitian mengungkapkan hal sebaliknya.


Bagi ibu hamil, merkuri dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan perkembangan janin. Bagi orang dewasa, merkuri juga dapat mengganggu sistem saraf yang berdampak pada kemampuan kognitif, memori, bahasa dan motorik. Selain itu, merkuri juga dapat mengganggu fungsi hati, ginjal dan organ lainnya.

Selain itu, ikan hiu juga hanya akan memangsa ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Hal ini sangat penting karena ikan yang sakit dapat menularkan penyakit yang akan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia. Sebagai predator, hiu akan mencegah menyebarnya penyakit kepada ikan-ikan yang lain di dalam populasi. Dengan manfaat yang strategis ini tak ada lagi alasan untuk membiarkan hiu jadi sasaran para pemburu, pemerintah memang sudah bertindak.
 

Kenyataan soal dampak negatif bagi kesehatan ini malah terabaikan, kegiatan perdagangan sirip hiu di dalam negeri hingga ekspor tak terbendung dan mengancam kelestarian hiu. Dipacak dari Antara, seorang peneliti Adrianus Sembiring melakukan riset pada 2015 lalu, terhadap 582 sampel sirip hiu yang berasal dari Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua Barat. Hasilnya, dari 92 persen hiu yang diburu itu adalah jenis hiu yang terancam punah. 
 

Baca juga : Ikan Hiu Terancam Punah ….Karena Banyaknya Perburuan


 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

drakula
27 Juli 2017, by Gatot Swandito
Sebagaimana yang diberitakan, malam ini Kamis, 27 Juli 2017 pukul 20.30, rencananya Prabowo akan menemui SBY di Cikeas. Atas pertemuan dua pucuk pimpinan ...
Menakjubkan, Beginilah Penampakan Trans Papua Yang Membelah Gunung
9 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com Dilansir dari liputan6.com, Pembangunan Trans Papua telah lama dikerjakan oleh Kementrian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beserta TNI. ...
Kurang Air Putih Berpengaruh pada Hubungan Suami Istri
1 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Air putih memang sangat diperlukan oleh tubuh dan baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh, namun apa hubungan air putih dengan gairah ...
Volkswagen Berencana Ciptakan Teknologi Interaksi Antar Mobil di 2019
1 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Selain mengembangkan teknologi untuk kemudahan berkendara, para produsen mobil pun tak lupa untuk mengembangkan teknologi yang mampu meningkatkan ...
Upaya Mendikbud Ubah Waktu Belajar Sampai Sore.. Efektifkah?
9 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Tahun ajaran baru 2017-2018 dipastikan mengalami perubahan jam belajar di sekolah. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pedidikan dan Kebudayaan akan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis