Tutup Iklan
hijab
  
login Register
londonistan

Kemorosotan Jumlah Umat Kristen Bukan Akibat Pertumbuhan Islam, Tetapi .....

10 Desember 2017 | Dibaca : 855x | Penulis : Admin

Oleh: Jaya Suprana .

SAYA memang tahu ada nama Pakistan, Afghanistan, Turkistan, Kazhakstan, Kirgistan, Uzbekistan dan lain-lain nama berakhiran “stan”. Namun saya tidak tahu bahwa ternyata ada pula nama Londonistan. 

Ternyata Londonistan adalah julukan terbaru bagi sebuah kota yang bernama London. Yang menciptakan julukan Londonistan adalah jurnalis terkemuka, Melanie Phillips, demi melukiskan betapa besar pengaruh Islam terhadap ibukota Inggris di masa kini.  

Sejak 2001 sampai dengan 2016, di London telah didirikan 423 mesjid baru sementara sekitar 500 gereja telah ditutup. The Hyatt United Chuch dibeli oleh umat Islam dari Mesir dan diubah menjadi masjid.  Sama halnya dengan gereja Santo Peter dirubah menjadi masjid Madina. Masjid Brick Lane semula adalah sebuah gereja Methodist. Bukan hanya bangunan yang berubah sebab pada tahun 2016 jumlah kaum Mualaf di kota Londonistan meningkat dua kali lipat.  

The Daily Mail sengaja secara khusus mempublikasikan serial foto fakta Londonistan antara lain dengan foto sebuah masjid dan sebuah gereja bertetangga di pusat kota Londonistan. Atau adegan di dalam gereja San Giorgio yang berkapasitas tampung 1.230 jemaat namun hanya hadir 12 orang pada upacara misa. Hanya 20 orang tampak hadir di dalam katedral Santa Maria. 

Masjid di kawasan Brune Street Etatate punya masalah beda akibat daya tampung hanya maksimal 100 orang maka setiap Jumat, umat terpaksa meluber ke jalanan. Walikota London masa kini adalah Muslim.  

Ceri Peach dari Universitas Oxford menyatakan homogenitas umat beragama di Inggris masa kini memudar akibat dominasi Kristen memang melenyap. Direktur The National Secular Society, Keith Porteus Wood yakin bahwa di Inggris dalam 20 tahun mendatang jumlah Muslim akan lebih besar ketimbang jumlah Nasrani.  

Menurut riset NatCen Social Research Institute jumlah umat Anglican pada lingkup waktu 2012 sampai dengan 2014 mengalami kemerosotan menjadi sekitar 1,7 juta , sementara jumlah umat Islam di Inggris meningkat menjadi satu juta insan. Demografikal, umat beragama di Manchester 15,8 persen Muslim, Birmingham 15,8 persen bahkan Bradford 24,7 persen. 

Wajar apabila para penderita Islamophobia makin dilanda gelisah paranoid bahwa gelombang bencana Islamisasi sedang melanda Inggris. Namun bagi mereka yang mengerti kodrat proses peradaban, sama sekali tidak merasakan apalagi menganggap fenomena Londonistan sebagai suatu mimpi buruk di malam hari. 

Gejala Londonistan sekadar ekspresi perubahan peta demografik keagamaan di Inggris di mana kebetulan agama Nasrani sedang mengalami masa pasca kematangan sementara Islam sedang mengalami masa pertumbuhan. 

Kemerosotan jumlah umat Kristen bukan akibat pertumbuhan Islam. Ketika masih belajar kemudian mengajar di Jerman pada tahun 70an abad XX di mana umat Islam setempat masih dalam jumlah sangat terbatas, saya pribadi sudah menyaksikan bagaimana jumlah umat Kristen yang rajin ke gereja terus menerus merosot. 

Jumlah warga yang secara adminisratif ke luar dari agama Kristen makin banyak akibat keberatan membayar pajak gereja yang secara legal wajib dipotongkan langsung dari salaris bulanan. Terutama generasi muda Jerman pada masa itu sudah mulai menganggap  agama Kristen sudah tidak relevan akibat tidak sesuai dengan perkembangan zaman. 

Maka dapat disimpulkan bahwa apa yang disebut sebagai Islamophobia sebenarnya hanya suatu penyakit jenis khayal yang sengaja direkayasa oleh mereka yang merasa kepentingannya terancam akibat tumbuhnya jumlah umat Islam. 

Sehingga meski pun pada kenyataan mayoritas pelaku kekerasan terorisme di bumi Amerika Serikat sebenarnya bukan Muslim, namun Donald Trump dan para pendukungnya sengaja membiasakan diri untuk menggunakan istilah teroris Islam radikal. 

Penulis adalah pembelajar peradaban
 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tak Bisa Berenang, Santri di Demak Tewas di Kolam Renang
25 September 2017, by Rindang Riyanti
Peristiwa mengejutkan terjadi di Demak. Seorang santri tewas tenggelam di kolam renang Polaris Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam. Korban sempat dibawa ke ...
Ladies, Begini Caranya Agar Lipstik Tak Belepotan Saat Makan
27 November 2017, by Rindang Riyanti
Sebagai seorang wanita, mungkin kamu termasuk yang selalu menjaga penampilan agar tetap cantic, rapi, dan enak dipandang. Salah satu hal yang menyebalkan ...
Gak Mau Panas-panasan, Tapi Ingin Punya Badan Sehat? Wah, Ternyata Olahraga Ini Solusinya!
8 Agustus 2017, by Zeal
Pengen berolah raga tapi engga mau panas-panasan? Atau engga mau olah raga yang terlalu berat bagi tubuh? Berenang lah solusinya! Olahraga satu ini sangat ...
Kim Kardashian Gunakan Jasa Ibu Pengganti (Sewa Rahim) untuk Dapatkan Anak Ketiga
27 Desember 2017, by Retno Indriyani
Sewa rahim tengah ramai diperbincangkan setelah adanya ungkapan dari Jeremy Teti yang menjadi bintang tamu dalam acara "Debat" di Tv One yang ...
Bagaimana Beton Romawi Bertahan Sampai 2000 Tahun?
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Umur yang sangat menakjubkan dari sebuah dermaga laut Romawi telah membuat bagi para insinyur modern geleng-geleng kepala. Apa pun yang bangsa Romawi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman