Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kecanduan Instagram? Yuk Detoksifikasi Dulu

Kecanduan Instagram? Yuk Detoksifikasi Dulu

9 Oktober 2017 | Dibaca : 344x | Penulis : Rindang Riyanti

Seorang remaja asal Kota Perth, Australia Barat, Charlotte Meagher telah memiliki akun Instagram sejak berusia 13 tahun.

Usianya sekarang 16 tahun dan percaya bahwa aplikasi media sosial ini telah mengubah cara anak-anak menjalani hidup mereka.

"Instagram telah membuat saya merasa seperti setiap saat ketika saya bepergian, saya harus berfoto atau harus memasangnya di Instagram," katanya.

Ia mengatakan Instagram telah mengubah gaya hidup remaja dengan tekanan untuk mendokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukannya ini didorong oleh ketakutan bahwa jika waktu senggangnya tidak disebarkan ke seluruh media sosial, itu akan tidak ada gunanya.

"Kami ingin orang lain iri dan terlihat menjalani hidup yang cemerlang ini," katanya.

"Ketika Anda pergi ke pesta, semua orang memegang ponsel mereka, semua orang aktif di Snapchat, semua orang ingin berbagi pesta ini," lanjutnya

Charlotte mengatakan lantaran ingin terlihat "kurus" dalam fotonya ia mengurangi makananya.

Ia mengungkapkan bahwa pencariannya untuk memproyeksikan kehidupan yang sempurna telah menjadikan dirinya kehilangan masa kanak-kanak yang ceria. 

"Saya merasa itu tidak masalah kecuali jika mengaturnya kalau itu adalah perjalanan terbaik dalam hidup saya tapi realitas saya yang sebenarnya di Instagram [seharusnya] adalah saya berada di kamar tidur, memandangi saudara laki-laki saya bersenang-senang di kolam renang," katanya.

Kini, Charlotte masih menggunakan akun Instagramnya, namun ia telah mendapati bahwa detoksifikasi secara reguler telah membantunya mengendalikan cara Instagram dalam mempengaruhi perasaannya.

Charlotte mengaku jika sebuah unggahan tidak menarik banyak "likes" itu merusak rasa percaya diri anak-anak muda.

Sementara itu, sebuah penelitian di Inggris menempatkan Instagram sebagai platform media sosial terburuk bagi kesehatan dan kesejahteraan kaum muda.

Direktur Butterfly Foundation for Eating Disorder, sebuah lembaga non profit yang mengkampanyekan gangguan pola makan, Christine Morgan mengatakan bahwa dirinya yakin Instagram sangat berbahaya karena media sosial yang satu ini mendorong percakapan yang hampir seluruhnya dilakukan melalui media gambar (foto).

"Anda berkomunikasi dengan cara-cara media gambar menunjukan kesempurnaan dan ada begitu banyak lapisan yang berbahaya atau merusak bagi orang," katanya.

Christine Morgan mendukung konsep detoks Instagram, dengan mengatakan bahwa penting bagi orang-orang muda dan orang tua mereka memantau penggunaan media sosial anak-anak mereka.

"Memantau apa yang anda lakukan di media sosial dan menyadari bahwa itu bisa merusak, bisa berbahaya untuk Anda," katanya.

"Memonitor juga bagaimana perasaan Anda saat Anda melakukannya, pantau bagaimana hal itu mempengaruhi perasaan anda dan jika itu membuat Anda merasa sangat negatif tentang diri Anda sendiri, berhentilah, beristirahatlah sejenak, detoksikan diri anda dari Instagram, berhentilah saja [menggunakannya]."

 

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

LDR akan langgeng, Yakin?
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Long Distance Relationship ( LDR ) adalah sebuah hubungan yang dijalani oleh sepasang kekasih dengan jarak jauh. Hal ini merupakan suatu ...
jet li
7 Juni 2017, by Tonton Taufik
Jet Li lahir di Beijing tahun 1963, seorang bintang film laga dari China yang disukai oleh banyak penonton di seluruh dunia. Film pertama "The Shaolin ...
matchpoint remote tv
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Bayangkan mengubah saluran TV Anda hanya dengan menggerakkan secangkir teh Anda, menyesuaikan volume pada pemutar musik dengan menggulirkan mobil mainan, atau ...
Akun Media Sosial Di blokir masuk Wilayah China
27 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Belakangan pemerintah cina terus memperkuat sensor negaranya yang dikenal sebagai Great Firewall, seperti peninggalan sejrah tembok besar ...
Ajarkan Anak Puasa Sejak Dini dengan Cara yang Tepat
7 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Puasa merupakan bentuk ibadah wajib yang dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadhan. Puasa hukumnya wajib untuk umat muslim yang sudah baligh, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab