Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 1398x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dr Karl Kruszelnicki berpendapat bahwa jawaban atas misteri segitiga bermuda terletak pada kesalahan dari manusia itu sendiri (human error).

Misteri yang abadi dan dikenal sebagai Segitiga Bermuda, yaitu hamparan laut di Atlantik Utara yang membentang di antara Florida, Bermuda dan Puerto Riko.

Selama bertahun-tahun wilayah ini menjadi identik dengan hilangnya kapal dan pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan, seringkali tanpa bekas atau kru mereka yang pernah ditemukan.

Tapi sekarang, Ilmuwan Australia Dr Karl Kruszelnicki telah mengemukakan apa yang mungkin paling sederhana dari semua penjelasan untuk misteri tersebut dengan mengatakan bahwa hilangnya pesawat dan kapal dapat dikaitkan dengan, bukan fenomena anomali, tapi kesalahan manusia di jaman dulu.

"Menurut Lloyds dari London dan penjaga pantai AS, jumlah pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan di manapun di dunia secara persentase," katanya.

"Dekat dengan khatulistiwa, dekat dengan bagian dunia yang kaya raya, Amerika, oleh karena itu Anda memiliki banyak lalu lintas."

Memang benar bahwa setidaknya beberapa penghilangan dapat dikaitkan dengan kesalahan manusia.

Misteri besar pertama dari Segitiga Bermuda adalah Flight 19 ,misi pelatihan rutin yang terdiri dari lima pesawat terbang yang meninggalkan Fort Lauderdale di Florida pada tanggal 5 Desember 1945.

Semua lima pesawat hilang sama sekali dan tidak ada tanda-tanda puing-puing yang pernah ditemukan.

Yang lebih buruk lagi, pesawat amfibi PBM-Mariner, yang dikirim dalam misi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan lima pesawat lainnya, juga hilang bersamaan dengan 13 orang awak kapal tersebut.

Tapi tidak semua seperti yang terlihat, di tahun-tahun berikutnya, kebenaran dari apa yang terjadi selama insiden ini akhirnya muncul dengan sendirinya. Ternyata, Penerbangan 19 telah hilang karena kesalahan navigasi dan berakhir begitu jauh ke laut sehingga pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mereka bisa mencapai daratan.

Pesawat amfibi PBM-Mariner yang pergi mencari mereka diperkirakan telah meledak di udara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Djokovic Tambah Stepanek Sebagi Staf Pelatih
2 Desember 2017, by Admin
MONTE CARLO - Jelang musim baru 2018, mantan ranking 1 dunia Novak Djokovic memperkuat barisan staff pelatihnya. Kemarin, petenis Serbia tersebut mengumumkan ...
Yang Perlu di Perhatikan Wanita yang Sudah Berpasangan
26 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Para wanita selalu ingin tampil sempuran dan mereka selalu saja memikirkan kan penampilannya, termasuk bentuk tubuhnya. Kaum wanita selalu ingin ...
Ternyata Letusan Gunung Api Pengaruhi Lapisan Ozon
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Letusan gunung berapi dapat menyebabkan reaksi kimia yang akan merusak lapisan ozon yang sudah terkontaminasi di planet ini. Tingkat kerusakan lapisan ozon ...
Macan Kemayoran Mengamuk, Simic Menjadi Pahlawan Kembali
1 Maret 2018, by Zeal
Tampang.com - Persija Jakarta berhasil memetik tiga point dalam lanjutan Piala AFC melawan Tampines Rovers di Stadion GBK. Racikan tangan dingin Stefano ...
Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau
6 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Dalam banyak kisah manusia melawan ular piton, ular itu hampir selalu menjadi tokoh antagonis yang kejam. Piton reticulated seperti yang terlibat dalam dua ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab