Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 735x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dr Karl Kruszelnicki berpendapat bahwa jawaban atas misteri segitiga bermuda terletak pada kesalahan dari manusia itu sendiri (human error).

Misteri yang abadi dan dikenal sebagai Segitiga Bermuda, yaitu hamparan laut di Atlantik Utara yang membentang di antara Florida, Bermuda dan Puerto Riko.

Selama bertahun-tahun wilayah ini menjadi identik dengan hilangnya kapal dan pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan, seringkali tanpa bekas atau kru mereka yang pernah ditemukan.

Tapi sekarang, Ilmuwan Australia Dr Karl Kruszelnicki telah mengemukakan apa yang mungkin paling sederhana dari semua penjelasan untuk misteri tersebut dengan mengatakan bahwa hilangnya pesawat dan kapal dapat dikaitkan dengan, bukan fenomena anomali, tapi kesalahan manusia di jaman dulu.

"Menurut Lloyds dari London dan penjaga pantai AS, jumlah pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan di manapun di dunia secara persentase," katanya.

"Dekat dengan khatulistiwa, dekat dengan bagian dunia yang kaya raya, Amerika, oleh karena itu Anda memiliki banyak lalu lintas."

Memang benar bahwa setidaknya beberapa penghilangan dapat dikaitkan dengan kesalahan manusia.

Misteri besar pertama dari Segitiga Bermuda adalah Flight 19 ,misi pelatihan rutin yang terdiri dari lima pesawat terbang yang meninggalkan Fort Lauderdale di Florida pada tanggal 5 Desember 1945.

Semua lima pesawat hilang sama sekali dan tidak ada tanda-tanda puing-puing yang pernah ditemukan.

Yang lebih buruk lagi, pesawat amfibi PBM-Mariner, yang dikirim dalam misi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan lima pesawat lainnya, juga hilang bersamaan dengan 13 orang awak kapal tersebut.

Tapi tidak semua seperti yang terlihat, di tahun-tahun berikutnya, kebenaran dari apa yang terjadi selama insiden ini akhirnya muncul dengan sendirinya. Ternyata, Penerbangan 19 telah hilang karena kesalahan navigasi dan berakhir begitu jauh ke laut sehingga pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mereka bisa mencapai daratan.

Pesawat amfibi PBM-Mariner yang pergi mencari mereka diperkirakan telah meledak di udara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sering Kehilangan Fokus Saat Sedang Bekerja di Kantor? Bersihkan Pikiran Anda dengan Meditasi Singkat
1 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menumpuknya tugas di kantor dan deadline yang mendesak tidak jarang sebagian orang menjadi tidak focus bahkan frustasi. Ketika sudah tidak focus maka bisa ...
Bahaya Depresi yang Harus di Cegah Sebelum Terlambat
26 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Depresi memang salah satu penyakit yang tidak terlihat namun harus diperhatikan. Sebenarnya orang yang mengalami depresi mempunyai tanda tanda, ...
Tips Cegah Bau Mulut Saat Puasa
17 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Bau mulut merupakan satu masalah paling menyebalkan yang dialami banyak orang ketika berpuasa. Pasalnya ketika mengalami bau mulut, dapat mengganggu kenyamanan ...
orang sukses
12 Juni 2017, by Dony Prattiwa
  Berikut ini adalah hal yang sangat menarik tentang apa yang orang-orang sukses lakukan sebelum jam 8 pagi. Dibandingkan dengan orang-orang yang tidak ...
Legenda Sepak Bola Arsenal dan Liverpool Berkunjung ke Indonesia
2 November 2017, by Admin
Tampang.com - Masters Cup 2017 sayang untuk dilewatkan. Selain melihat aksi para legenda dua klub elite Inggris, Arsenal dan Liverpool, Anda bisa memanjakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab