Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 782x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dr Karl Kruszelnicki berpendapat bahwa jawaban atas misteri segitiga bermuda terletak pada kesalahan dari manusia itu sendiri (human error).

Misteri yang abadi dan dikenal sebagai Segitiga Bermuda, yaitu hamparan laut di Atlantik Utara yang membentang di antara Florida, Bermuda dan Puerto Riko.

Selama bertahun-tahun wilayah ini menjadi identik dengan hilangnya kapal dan pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan, seringkali tanpa bekas atau kru mereka yang pernah ditemukan.

Tapi sekarang, Ilmuwan Australia Dr Karl Kruszelnicki telah mengemukakan apa yang mungkin paling sederhana dari semua penjelasan untuk misteri tersebut dengan mengatakan bahwa hilangnya pesawat dan kapal dapat dikaitkan dengan, bukan fenomena anomali, tapi kesalahan manusia di jaman dulu.

"Menurut Lloyds dari London dan penjaga pantai AS, jumlah pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan di manapun di dunia secara persentase," katanya.

"Dekat dengan khatulistiwa, dekat dengan bagian dunia yang kaya raya, Amerika, oleh karena itu Anda memiliki banyak lalu lintas."

Memang benar bahwa setidaknya beberapa penghilangan dapat dikaitkan dengan kesalahan manusia.

Misteri besar pertama dari Segitiga Bermuda adalah Flight 19 ,misi pelatihan rutin yang terdiri dari lima pesawat terbang yang meninggalkan Fort Lauderdale di Florida pada tanggal 5 Desember 1945.

Semua lima pesawat hilang sama sekali dan tidak ada tanda-tanda puing-puing yang pernah ditemukan.

Yang lebih buruk lagi, pesawat amfibi PBM-Mariner, yang dikirim dalam misi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan lima pesawat lainnya, juga hilang bersamaan dengan 13 orang awak kapal tersebut.

Tapi tidak semua seperti yang terlihat, di tahun-tahun berikutnya, kebenaran dari apa yang terjadi selama insiden ini akhirnya muncul dengan sendirinya. Ternyata, Penerbangan 19 telah hilang karena kesalahan navigasi dan berakhir begitu jauh ke laut sehingga pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mereka bisa mencapai daratan.

Pesawat amfibi PBM-Mariner yang pergi mencari mereka diperkirakan telah meledak di udara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tomat, Apel Bisa Membantu Menyembuhkan Paru-Paru Mantan Perokok
22 Desember 2017, by Slesta
Bagi perokok yang berhasil berhenti merokok, jalan untuk memperbaiki paru-paru yang rusak akibat kebiasaan tersebut mungkin terasa seperti penyakit yang ...
Ini Dampak yang Terjadi Ketika Kamu Kurang Tidur
18 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu memiliki kebiasaan kurang tidur ketika malam hari, sebaiknya mulai hindari hal ini. Hal ini karena ada beberapa bahaya yang bisa ...
Alien Sudah Masuk Ke Indonesia,,,melalui Pintu Prambanan
12 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Banyak beredar akan berita tentang keberaaan makhluk asing yang sering disebut sebagai “Alien“. Dan saat ini di Indonesia sudah ...
Sering Mendengkur? Atasi dengan Minum Jus Ini
20 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dengkuran dari seseorang terkadang menjadi suatu hal yang mengganggu. Apalagi, jika kamu mendengarnya berulang-ulang tiap malam, bahkan hingga ...
Alat Pergelangan Tangan Dapat Membantu Orang dengan Getaran Tangan dan Lengan
23 April 2018, by Slesta
Sebuah perangkat pergelangan tangan yang menstimulasi saraf di lengan dapat membawa beberapa bantuan kepada orang-orang dengan getaran tangan, sebuah studi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman