Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

Inikah Jawaban dari Misteri Segitiga Bermuda?

20 Agustus 2017 | Dibaca : 671x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dr Karl Kruszelnicki berpendapat bahwa jawaban atas misteri segitiga bermuda terletak pada kesalahan dari manusia itu sendiri (human error).

Misteri yang abadi dan dikenal sebagai Segitiga Bermuda, yaitu hamparan laut di Atlantik Utara yang membentang di antara Florida, Bermuda dan Puerto Riko.

Selama bertahun-tahun wilayah ini menjadi identik dengan hilangnya kapal dan pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan, seringkali tanpa bekas atau kru mereka yang pernah ditemukan.

Tapi sekarang, Ilmuwan Australia Dr Karl Kruszelnicki telah mengemukakan apa yang mungkin paling sederhana dari semua penjelasan untuk misteri tersebut dengan mengatakan bahwa hilangnya pesawat dan kapal dapat dikaitkan dengan, bukan fenomena anomali, tapi kesalahan manusia di jaman dulu.

"Menurut Lloyds dari London dan penjaga pantai AS, jumlah pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda sama dengan di manapun di dunia secara persentase," katanya.

"Dekat dengan khatulistiwa, dekat dengan bagian dunia yang kaya raya, Amerika, oleh karena itu Anda memiliki banyak lalu lintas."

Memang benar bahwa setidaknya beberapa penghilangan dapat dikaitkan dengan kesalahan manusia.

Misteri besar pertama dari Segitiga Bermuda adalah Flight 19 ,misi pelatihan rutin yang terdiri dari lima pesawat terbang yang meninggalkan Fort Lauderdale di Florida pada tanggal 5 Desember 1945.

Semua lima pesawat hilang sama sekali dan tidak ada tanda-tanda puing-puing yang pernah ditemukan.

Yang lebih buruk lagi, pesawat amfibi PBM-Mariner, yang dikirim dalam misi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan lima pesawat lainnya, juga hilang bersamaan dengan 13 orang awak kapal tersebut.

Tapi tidak semua seperti yang terlihat, di tahun-tahun berikutnya, kebenaran dari apa yang terjadi selama insiden ini akhirnya muncul dengan sendirinya. Ternyata, Penerbangan 19 telah hilang karena kesalahan navigasi dan berakhir begitu jauh ke laut sehingga pesawat kehabisan bahan bakar sebelum mereka bisa mencapai daratan.

Pesawat amfibi PBM-Mariner yang pergi mencari mereka diperkirakan telah meledak di udara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

AkzoNobel berkolaborasi dengan Cibunut Finest dalam mewujudkan Cibunut Berwarna
29 November 2017, by Stanley Teguh
AkzoNobel membantu mewujudkan mimpi pemuda karang taruna Cibunut Finest untuk membuat lingkungan tempat tinggal mereka lebih hidup BANDUNG - AkzoNobel, ...
Rapat Dengar Pendapat DPR, Daftar Hadir Terisi Kok Banyak Kursi Kosong?
11 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dalam rangka membahas diberlakukannya pembayaran non tunai alias e-Toll serta dampak yang ...
pelayan sexy
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Sebuah video Youtube tentang sebuah warung makan dengan dua orang pelayan yang cantik dan seksi, akhir-akhir ini sedang viral di berbagai media sosial. Video ...
Misteri Hilangnya Amelia Earhart: Anjing Pelacak Digunakan untuk Mencari Jasadnya
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Dilasir dari News.nationalgeographic.com - Anjing pelacak akan digunakan untuk membantu mengendus tempat peristirahatan terakhir sang penerbang di ...
Kemenhub Optimis Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2020
5 September 2017, by Rindang Riyanti
Tampang.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimis mengenai kereta cepat Jakarta-Bandung untuk dapat beroperasi pada tahun 2020 mendatang. Pencapaian ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih