Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ini Alasan Mengapa Pasien Katarak Banyak Ditemukan di Daerah Pesisir

Ini Alasan Mengapa Pasien Katarak Banyak Ditemukan di Daerah Pesisir

30 Juni 2018 | Dibaca : 241x | Penulis : oteli w

Ini Alasan Mengapa Pasien Katarak Banyak Ditemukan di Daerah Pesisir

 

Orang yang menderita katarak memiliki penglihatan yang kabur dan tidak bisa dikoreksi dengan menggunakan kaca mata. Hal ini karena terjadi kekeruhan pada lensa mata. Gejalanya antara lain penglihatan berkabut, lihat sinar lampu silau, penglihatan berkabut.

Jika dibiarkan, lama-kelamaan bisa menyebabkan kebutaan.

Katarak merupakan penyebab terbanyak kasus kebutaan di Indonesia. Di dunia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah Ethiopia dengan kasus kebutaan karena katarak. 

Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan peringkat pertama.

Selain karena faktor usia, ternyata penyebab utama penyakit katarak adalah karena paparan sinar ultraviolet (UV). Maka tak heran jika di daerah pesisir atau pinggir pantai banyak ditemukan pasien katarak. 

Dokter Spesialis Mata dari Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC) Setiyo Budi Riyanto mengungkapkan bahwa sinar UV dapat menganggu metabolisme lensa mata dari yang jernih menjadi keruh.

Direktur Utama Rumah Sakit Mata JEC Kedoya dokter spesialis mata Darwan M Purba menambahkan, bahwa akibat paparan UV terus menerus, banyak nelayan di laut yang menderita katarak pada usia muda, yaitu sekitar usia 40 tahun. Penduduk Indonesia juga memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat, dibandingkan penduduk di daerah subtropis. 

Untuk itu, sangatlah penting melindungi mata dari paparan sinar UV.

Cara untuk menghilangkan katarak ini, yaitu dengan melakukan operasi. Tahun 2020, pemerintah mencanangkan Indonesia bebas katarak.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kementerian Kesehatan Kongo Melaporkan Kematian Pertama Dalam Wabah Ebola
11 Mei 2018, by Slesta
Satu orang diyakini telah meninggal setelah wabah baru virus Ebola, Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo mengumumkan Kamis. Menteri Kesehatan Oly ...
Perindo Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Ini Kata Golkar!
3 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dilansir dari Liputan6.com, Barisan pendukung Jokowi maju jadi calon presiden semakin bertambah, pasalnya partai Perindo berencana ...
Beijing Kritik Soal Perubahan Nama Laut China Selatan
18 Juli 2017, by Rachmiamy
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Koordinator Kemaritiman telah mengumumkan secara resmi nama baru perairan utara di Kepulauan Natuna yang berbatasan ...
DPD PAN Kota Cirebon Buka Pendaftaran Bakal Calon Walikota Cirebon
7 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pilkada Kota Cirebon yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang, membuat partai-partai politik di Kota Cirebon bersiap-siap melakukan penjaringan ...
Kawah Sileri Dieng Berstatus Waspada, Wisatawan Dilarang Mendekat
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) meningkatkan status Kawah Sileri dari normal (level I) menjadi waspada (level II).  Kawah Sileri ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman