Tutup Iklan
powerman
  
login Register
abu nawas

Humor Sufi: Mampukah untuk Menipu Tuhan?

25 Juni 2017 | Dibaca : 933x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.

Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama.

Orang pertama mulai bertanya,

"Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?"

"Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil." jawab Abu Nawas.

"Mengapa?" kata orang pertama.

"Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan." kata Abu Nawas.

Orang pertama puas karena ia memang yakin be gitu.

Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama.

"Manakah yang lebih utama, orang yang menger jakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?"

"Orang yang tidak mengerjakan keduanya." jawab Abu Nawas.

"Mengapa?" kata orang kedua.

"Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Tuhan." kata Abu Nawas.

Orang kedua langsung bisa mencerna jawaban Abu Nawas.

Orang ketiga juga bertanya dengan pertanyaan yang sama.

"Manakah yang Lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang menger jakan dosa-dosa kecil?"

"Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar." jawab Abu Nawas.

"Mengapa?" kata orang ketiga.

"Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu." jawab Abu Nawas.

Orang ketiga menerima alasan Abu Nawas. Kemudian ketiga orang itu pulang dengan perasaan puas.

Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas bertanya.

"Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda?"

"Manusia dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati."

"Apakah tingkatan mata itu?" tanya murid Abu Nawas.

"Anak kecil yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata." jawab Abu Nawas mengandaikan.

"Apakah tingkatan otak itu?" tanya murid Abu Nawas.

"Orang pandai yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan." jawab Abu Nawas.

"Lalu apakah tingkatan hati itu?" tanya murid Abu Nawas.

"Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. la tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu apapun yang besar jika dibandingkan dengan keMaha-Besaran Allah."

Kini murid Abu Nawas mulai mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda. la bertanya lagi.

"Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?"

"Mungkin." jawab Abu Nawas.

"Bagaimana caranya?" tanya murid Abu Nawas ingin tahu.

"Dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa." kata Abu Nawas

"Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru." pinta murid Abu Nawas

"Do'a itu adalah do'a Al-I'tiraf:

Yang artinya :

Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka.

Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

NasDem: Tak Perlu Dipolisikan, Amien Rais Bisa Hancur dengan Sendirinya Akibat Ucapannya
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pernyataan Amien Rais ternyata tidak hanya mengundang reaksi dari satu atau dua pihak. Kali ini partai NasDem angkat suara terkait pernyataan Amien Rais yang ...
Mau Traveling? 5 Tips Ini Dapat Kurangi Pengeluaran Kamu
25 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Berlibur ke suatu tempat ternyata tak melulu harus memiliki banyak sekali uang untuk digunakan. Yang terpenting dalam melakukan traveling ...
Pihak berwenang Prancis mengembalikan permata yang dicuri dari hotel Ritz
12 Januari 2018, by Slesta
Pihak berwenang Kamis memulihkan semua permata yang dicuri oleh perampok penyepuhan kapak dalam pencurian yang kurang ajar dari Ritz Paris. Polisi Prancis ...
WHO: 1500 Korban Tewas Kolera di Yaman
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah kolera yang menyebar cepat di Yaman telah menelan korban sebanyak 246.000 orang dan menewaskan 1500 orang ...
Bagaimana Beton Romawi Bertahan Sampai 2000 Tahun?
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Umur yang sangat menakjubkan dari sebuah dermaga laut Romawi telah membuat bagi para insinyur modern geleng-geleng kepala. Apa pun yang bangsa Romawi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab